SeputarDesa.com, Jombang – Distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali menghadapi kendala. Sejumlah petani dilaporkan tidak lagi terdaftar dalam sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga kehilangan akses terhadap pupuk subsidi menjelang musim tanam.
Hilangnya data tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani karena berpotensi menghambat proses tanam dan berdampak pada produksi pertanian. Beberapa petani mengaku baru mengetahui namanya tidak tercantum dalam sistem saat hendak menebus pupuk di kios resmi.
Kondisi ini salah satunya terjadi di Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan. Salah satu petani setempat, mengatakan dirinya tidak dapat menebus pupuk subsidi karena namanya dinyatakan tidak terdaftar dalam RDKK.
“Pada musim sebelumnya tidak pernah ada masalah. Baru kali ini saya diberitahu bahwa nama saya tidak ada di sistem,” katanya, Sabtu (10/1/2026).
Ia menilai kurangnya informasi dan pendampingan membuat petani tidak memahami penyebab hilangnya data tersebut. Menurutnya, petani tidak mendapatkan pemberitahuan sejak awal terkait perubahan status kepesertaan dalam RDKK.
“Tidak ada penjelasan sebelumnya. Kami baru tahu setelah datang ke kios pupuk,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Muchammad Rony, membenarkan adanya permasalahan pada data petani dalam sistem elektronik RDKK (E-RDKK). Ia menjelaskan, sejumlah data petani secara otomatis tereliminasi karena tidak memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan aplikasi.
“Sebagian data petani tertolak sistem karena dokumen kependudukan yang tidak sinkron atau dianggap tidak valid,” ujar Rony saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Pemerintah daerah meminta petani yang terdampak untuk segera melakukan pembaruan data, termasuk validasi dokumen kependudukan dan bukti penguasaan lahan, agar dapat kembali terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi.
Dinas Pertanian Kabupaten Jombang membuka kembali layanan perbaikan data E-RDKK yang dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 20 Januari 2026.














