SeputarDesa.com, Lampung Utara — Upaya mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dilakukan Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Partai Gerindra, H. Mikdar Ilyas, saat mengunjungi sejumlah desa di Kecamatan Sungkai Barat, Kabupaten Lampung Utara.
Dalam kunjungannya, H. Mikdar Ilyas tidak hanya bertemu masyarakat secara formal. Saat melihat sejumlah petani yang masih berada di kebun, ia menyempatkan diri mampir dan duduk bersama para petani. Suasana pertemuan berlangsung sederhana dan penuh keakraban, bahkan mereka duduk bersama beralaskan daun pisang di tengah kebun.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan para petani untuk menyampaikan berbagai keluhan dan harapan terkait kondisi pertanian, khususnya persoalan harga singkong serta kualitas bantuan benih jagung.
Para petani juga menyampaikan apresiasi kepada H. Mikdar Ilyas atas perjuangannya dalam memperjuangkan perbaikan harga singkong di Lampung. Mereka mengungkapkan, pada tahun-tahun sebelumnya harga singkong sempat berada di kisaran Rp600 per kilogram, dengan potongan yang dinilai cukup tinggi sehingga sangat membebani petani.
Menurut mereka, kondisi tersebut kini mengalami perubahan. Harga singkong disebut telah ditetapkan sebesar Rp1.350 per kilogram, sementara besaran potongan juga mengalami pengurangan. H. Mikdar Ilyas sendiri dipercaya Pemerintah Provinsi Lampung sebagai Dirpansus terkait persoalan harga singkong.
Petani Keluhkan Kualitas Bantuan Benih Jagung
Selain persoalan harga singkong, aspirasi lain disampaikan petani dari Desa Way Isem, Kecamatan Sungkai Barat. Mewakili para petani, Purwo Sugito dan Saripuddin menyampaikan persoalan terkait bantuan benih jagung.
Purwo Sugito mengatakan, bantuan benih jagung yang diterima petani pada tahun-tahun sebelumnya dinilai belum memberikan hasil maksimal. Menurutnya, persoalan tersebut salah satunya disebabkan kualitas benih yang dianggap kurang baik sehingga berdampak terhadap hasil panen.
Ia berharap pemerintah, baik pemerintah daerah maupun kementerian yang membidangi pertanian, dapat memastikan bantuan benih yang diberikan kepada petani memiliki kualitas yang baik dan mampu mendukung peningkatan produktivitas.
“Lebih baik dibantu satu sak per hektare dengan bibit yang berkualitas daripada tiga sak per hektare tetapi kualitasnya tidak baik,” ujar Purwo Sugito saat menyampaikan aspirasinya kepada H. Mikdar Ilyas.
Menurutnya, bantuan pertanian tidak semata-mata harus dilihat dari jumlah bantuan yang diberikan, tetapi juga harus mempertimbangkan kualitas dan manfaatnya bagi petani. Dengan benih berkualitas, petani diharapkan dapat memperoleh hasil panen yang lebih optimal sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan.
Mikdar Ilyas Siap Sampaikan Aspirasi Petani
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, H. Mikdar Ilyas menyatakan akan menyampaikan aspirasi para petani kepada Pemerintah Daerah Provinsi Lampung maupun kementerian terkait.
Aspirasi mengenai kualitas bantuan benih, menurutnya, perlu menjadi perhatian agar program bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang bekerja di sektor pertanian.
Pertemuan sederhana di tengah kebun tersebut menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada wakil rakyat. Tidak ada sekat formal dalam pertemuan itu, sehingga berbagai keluhan dapat disampaikan secara terbuka.
Bagi para petani, kehadiran wakil rakyat di tengah aktivitas mereka menjadi momentum penting untuk memastikan persoalan yang dihadapi di lapangan dapat diketahui dan diperjuangkan melalui jalur pemerintahan.
H. Mikdar Ilyas pun diharapkan dapat mengawal aspirasi tersebut agar tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan program yang benar-benar berpihak kepada petani.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















