SeputarDesa.com, Purworejo – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo bersama Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan pembinaan bersama di Sanggar Candi Busana, Desa Wangunrejo, Kecamatan Banyuurip, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama FKUB tahun 2025 dalam upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama dan penghayat kepercayaan di Bumi Purworejo.
Acara dihadiri oleh Ketua FKUB Kabupaten Purworejo KH. Habib Sholeh, S.Pd.I, Wakil Ketua Umum Daniel Suharto, anggota FKUB H. Pujiono, serta jajaran pengurus FKUB dan MLKI. Doa pembuka dipimpin oleh perwakilan dari MLKI.

Dua narasumber dari MLKI Kabupaten Purworejo turut memberikan paparan. Presidium I MLKI Purworejo, Sarjono Hadi Prayitno, dalam sesi pertama menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal sebagai dasar memperkuat keharmonisan antarumat beragama dan berkepercayaan. “Melalui ruang dialog seperti ini, kita belajar memahami satu sama lain agar tercipta suasana yang damai dan saling menghargai,” ujarnya.
Sesi kedua diisi oleh Subagiyo, Pengurus MLKI Bidang Advokasi dan Organisasi Kabupaten Purworejo, yang menekankan pentingnya sinergi antara FKUB dan MLKI. “Kebersamaan ini adalah bukti nyata bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu dalam semangat kebhinekaan,” katanya.
Ketua FKUB Kabupaten Purworejo, KH. Habib Sholeh, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan pembinaan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarumat beragama dan berkepercayaan. “Harapan kami, kegiatan ini dapat memperkuat semangat guyub rukun, sejalan dengan misi Bupati Purworejo,” ungkapnya.
Sementara itu, Waketum FKUB Daniel Suharto berharap sinergi antara FKUB dan MLKI terus terjalin erat. “Kami ingin hubungan kedua lembaga ini semakin solid demi terciptanya masyarakat Purworejo yang damai dan saling menghargai,” ujarnya.
Senada dengan itu, H. Pujiono, anggota FKUB, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman. “Kita semua berasal dari Adam dan Hawa. Maka dari itu, jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk berpecah, tetapi sebagai kekuatan dalam bingkai kebhinekaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sumartono juga menambahkan bahwa semangat guyub rukun harus menjadi pegangan dalam setiap langkah kehidupan masyarakat Purworejo.
Dukungan pemerintah terhadap kegiatan FKUB juga disampaikan, di mana bantuan bagi FKUB melekat pada MLKI. Hal ini karena kewenangan MLKI berada di bawah Dinas Kebudayaan, dengan pembinaan bersama dari Kesbangpol dan Kementerian Agama.
Melalui kegiatan ini, FKUB dan MLKI Purworejo berharap dapat terus menumbuhkan rasa saling menghormati, memperkuat persaudaraan lintas iman, dan menjaga kedamaian di tengah masyarakat yang beragam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














