banner 970x250
Berita

Gebrakan ‘Merah Putih’ dari Pendopo: Bupati Subandi ‘Sikat’ Hambatan Koperasi Desa!

×

Gebrakan ‘Merah Putih’ dari Pendopo: Bupati Subandi ‘Sikat’ Hambatan Koperasi Desa!

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, SidoarjoBukan sekadar wacana di atas kertas, proyek raksasa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sidoarjo kini tancap gas. Dalam sebuah pertemuan panas yang dihadiri jajaran Forkopimda dan para “panglima” desa di Ruang OPS Room Setda, Bupati Sidoarjo H. Subandi melempar instruksi tegas: Jangan ada lagi alasan lemot untuk program Presiden!.

Camat Dilarang ‘Duduk Manis’

Bupati Subandi tampaknya tak mau mendengar laporan “asal bapak senang”. Beliau memerintahkan para Camat untuk turun gunung, menguliti satu per satu kendala di desa, terutama soal urusan dana Bantuan Keuangan (BK) yang sering jadi batu sandungan.

“Update data itu minimal tiga hari sekali, jangan ditunda-tunda!” tegas Subandi, menyiratkan bahwa pengawasan digital akan diperketat agar progres di lapangan terpantau real-time.

Amunisi Alat Berat Meluncur ke Desa

Baca Juga :  Rombongan Desa Pulutan Belajar BUMDes ke Jepon

Masalah klasik seperti lahan yang masih berupa rawa atau butuh urukan pun langsung disikat habis. Tercatat ada 47 titik lokasi yang sempat ‘macet’ karena urusan tanah uruk.

Solusinya? Pemkab Sidoarjo nggak main-main dengan mengerahkan 9 unit backhoe dan armada truk pemda sebagai amunisi tempur di lapangan. Desa tinggal terima beres soal alat, sisanya? Kerja, kerja, kerja!.

Pasang Badan Soal Lahan (LP2B) ke Jakarta

Sidoarjo juga masih punya “PR” besar soal Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang minus 4.000 hektare. Tanpa ini, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) bakal macet, dan investor bisa kabur teratur. Bukannya menunggu, Bupati Subandi memilih “jemput bola” dengan rencana terbang langsung ke Jakarta pekan depan. Beliau ingin memastikan aturan tata ruang nggak lagi menjegal investasi yang mau masuk ke desa-desa Sidoarjo.  Langkah agresif Bupati ini jadi sinyal kuat bahwa Sidoarjo ingin jadi barometer kesuksesan program Koperasi Merah Putih di level nasional. Kalau urusan alat berat sudah turun, mestinya nggak ada lagi kades yang bilang “sulit”.

Baca Juga :  Luruh di Pelukan Kiai: Menafsir Makna Solidaritas di Tengah Puing Al-Khoziny

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa