SeputarDesa.com, Sidoarjo – Bukan sekadar wacana di atas kertas, proyek raksasa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sidoarjo kini tancap gas. Dalam sebuah pertemuan panas yang dihadiri jajaran Forkopimda dan para “panglima” desa di Ruang OPS Room Setda, Bupati Sidoarjo H. Subandi melempar instruksi tegas: Jangan ada lagi alasan lemot untuk program Presiden!.
Bupati Subandi tampaknya tak mau mendengar laporan “asal bapak senang”. Beliau memerintahkan para Camat untuk turun gunung, menguliti satu per satu kendala di desa, terutama soal urusan dana Bantuan Keuangan (BK) yang sering jadi batu sandungan.
Amunisi Alat Berat Meluncur ke Desa
Masalah klasik seperti lahan yang masih berupa rawa atau butuh urukan pun langsung disikat habis. Tercatat ada 47 titik lokasi yang sempat ‘macet’ karena urusan tanah uruk.
Solusinya? Pemkab Sidoarjo nggak main-main dengan mengerahkan 9 unit backhoe dan armada truk pemda sebagai amunisi tempur di lapangan. Desa tinggal terima beres soal alat, sisanya? Kerja, kerja, kerja!.
Sidoarjo juga masih punya “PR” besar soal Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang minus 4.000 hektare. Tanpa ini, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) bakal macet, dan investor bisa kabur teratur. Bukannya menunggu, Bupati Subandi memilih “jemput bola” dengan rencana terbang langsung ke Jakarta pekan depan. Beliau ingin memastikan aturan tata ruang nggak lagi menjegal investasi yang mau masuk ke desa-desa Sidoarjo. Langkah agresif Bupati ini jadi sinyal kuat bahwa Sidoarjo ingin jadi barometer kesuksesan program Koperasi Merah Putih di level nasional. Kalau urusan alat berat sudah turun, mestinya nggak ada lagi kades yang bilang “sulit”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














