banner 970x250
BeritaPendidikan

Generasi Qur’an Ditempa Sejak Dini, LPI Miftahul Ulum Dangbiqih Gelar Wisuda ke-17

×

Generasi Qur’an Ditempa Sejak Dini, LPI Miftahul Ulum Dangbiqih Gelar Wisuda ke-17

Sebarkan artikel ini
Foto : Santri LPI Miftahul Ulum Dangbiqih menunjukkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an di hadapan wali santri saat prosesi wisuda ke-17, Selasa (10/02/2026).

SeputarDesa.com, Bangkalan – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Ulum yang berlokasi di Dusun Dangbiqih, Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak Generasi Qur’an melalui pelaksanaan wisuda santri pada Selasa (10/02/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menandai wisuda lembaga untuk yang ke-17 kalinya.

Sebanyak sembilan santri tingkat TK TPA dinyatakan lulus dan mengikuti prosesi wisuda. Jumlah tersebut terdiri dari tiga santri putra dan enam santri putri. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Tohari, Guru Tugas dari Pondok Pesantren Najmul Ulum Al Mursyidiyah 01.

Berbeda dengan wisuda pada umumnya, prosesi kelulusan santri di LPI Miftahul Ulum dikemas melalui metode munaqosah atau ujian terbuka. Para santri diuji langsung di hadapan wali santri serta tamu undangan sebagai bentuk transparansi dan evaluasi publik.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi proses pembuktian kemampuan santri dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an sesuai kaidah ilmu tajwid,” ungkap Ustaz Tohari.

Dalam ujian tersebut, para wisudawan diminta menunjukkan kelancaran membaca Al-Qur’an dengan menggunakan mushaf. Selain itu, santri tahfidz juga menjalani ujian hafalan Juz 30 yang meliputi jumlah ayat, kandungan surah, urutan surah, hingga teknik sambung ayat.

Baca Juga :  Luruh di Pelukan Kiai: Menafsir Makna Solidaritas di Tengah Puing Al-Khoziny

Ustaz Tohari menambahkan bahwa pembentukan Generasi Qur’an tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pada keteguhan mental dan iman santri sejak usia dini.

“Anak-anak harus dibiasakan berpikir kritis dan memiliki prinsip. Al-Qur’an menjadi fondasi utama agar mereka tetap kokoh menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” tegasnya.

Ia berharap, wisuda ke-17 ini menjadi langkah awal bagi para santri untuk terus menjaga hafalan Al-Qur’an dan menebarkan nilai-nilai kebaikan di lingkungan masyarakat Desa Mano’an dan sekitarnya.

Sementara itu, Ma’ruf, salah satu alumni LPI Miftahul Ulum, memberikan apresiasi atas konsistensi lembaga dalam membina Generasi Qur’an di wilayah pedesaan.

“Keberlanjutan wisuda hingga ke-17 menunjukkan kesungguhan lembaga dalam menjaga pendidikan agama. Ini adalah investasi jangka panjang bagi moral generasi muda,” ujarnya.

Menurut Ma’ruf, penguatan Generasi Qur’an di era digital harus dibangun melalui keseimbangan antara spiritualitas dan kecakapan intelektual.

“Santri perlu dibekali kemampuan menyaring informasi digital dengan akhlak. Dengan integrasi nilai Qur’ani dan daya pikir kritis, mereka tidak mudah terseret arus negatif zaman,” pungkasnya.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi