SeputarDesa.com, Sampang – Bencana alam kembali melanda Kabupaten Sampang setelah hujan deras mengguyur selama kurang lebih lima jam. Sebuah jembatan vital di Dusun Bungcarba, Desa Karangpenang Oloh, Kecamatan Karangpenang, dilaporkan ambruk total, memutuskan akses transportasi dan mengisolasi sebagian warga.
Jembatan sepanjang 14 meter yang menjadi satu-satunya jalur penghubung utama bagi penduduk setempat itu tidak mampu menahan terjangan arus sungai yang deras akibat curah hujan ekstrem. Struktur jembatan yang sudah tua dan rapuh akhirnya kolaps pada Kamis (30/10/2025) siang, meninggalkan lubang menganga yang kini digenangi air sungai keruh.
Ambruknya jembatan ini bukanlah kejutan bagi warga setempat maupun pemerintah daerah. Pasalnya, kondisi jembatan tersebut memang telah mengalami kerusakan parah dalam beberapa tahun terakhir. Retakan-retakan besar pada badan jembatan telah terlihat jelas sejak tiga tahun lalu, menjadi penanda bahaya yang terus diwaspadai.
Kekhawatiran warga sempat terobati ketika Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang melakukan survei langsung ke lokasi. Survei terakhir diketahui dilakukan pada akhir tahun 2024 lalu, mengindikasikan bahwa kondisi kritis jembatan tersebut sudah tercatat dalam agenda penanganan bencana daerah.
Meskipun demikian, harapan perbaikan cepat harus tertunda. Menurut keterangan yang didapatkan dari perangkat desa, meskipun telah disurvei dan diklasifikasikan sebagai prioritas, perbaikan jembatan belum dapat direalisasikan. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran daerah yang dialokasikan untuk penanggulangan bencana dan infrastruktur.
“Kami sudah berupaya mengajukan bantuan sejak lama, terutama setelah tim BPBD datang. Namun, informasinya anggaran untuk perbaikan belum cukup. Kami terpaksa menunggu giliran, dan sekarang, jembatan kami benar-benar hancur,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Dusun Bungcarba dengan nada penuh keprihatinan.
Ambruknya infrastruktur ini kini menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan sehari-hari warga Dusun Bungcarba. Selain terputusnya akses ekonomi dan sosial, distribusi kebutuhan pokok serta akses darurat, seperti ambulans atau mobil pemadam kebakaran, kini menjadi sangat sulit untuk menjangkau lokasi.
Pemerintah Kabupaten Sampang melalui dinas terkait diimbau untuk segera mengambil tindakan darurat. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan membuka jalur alternatif sementara, sembari mencari solusi percepatan pengalokasian anggaran untuk pembangunan kembali jembatan permanen demi memulihkan konektivitas vital Dusun Bungcarba.













