banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
ArtikelBerita

Hari Tasyrik 1447 H, Ini Makna dan Amalan yang Dianjurkan bagi Umat Islam

×

Hari Tasyrik 1447 H, Ini Makna dan Amalan yang Dianjurkan bagi Umat Islam

Sebarkan artikel ini

Seputardesa.com, Artikel – Setelah Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah, umat Islam memasuki hari-hari yang dikenal sebagai Hari Tasyrik. Hari-hari ini memiliki keistimewaan tersendiri dalam syariat Islam karena menjadi bagian dari rangkaian ibadah Idul Adha sekaligus momentum untuk memperbanyak syukur, dzikir, dan amal saleh.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Secara bahasa, kata tasyrik berasal dari bahasa Arab syarraqa yang berarti menjemur atau mengeringkan. Pada masa Rasulullah SAW, kaum Muslimin menjemur daging kurban di bawah sinar matahari agar lebih awet. Dari tradisi inilah muncul istilah Hari Tasyrik.

Dalam Islam, Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Idul Adha yang masih termasuk hari-hari penuh keberkahan dan kemuliaan.

Tanggal Hari Tasyrik 1447 H

Pada tahun 1447 Hijriah, Hari Tasyrik jatuh pada:

Baca Juga :  Perkuat Lereng Pegunungan, TNI dan Masyarakat Hijaukan Tosari

11 Dzulhijjah 1447 H (Kamis, 28 Mei 2026)

12 Dzulhijjah 1447 H (Jumat, 29 Mei 2026)

13 Dzulhijjah 1447 H (Sabtu, 30 Mei 2026)

Ketiga hari tersebut merupakan lanjutan dari perayaan Idul Adha yang dimulai pada 10 Dzulhijjah.

Larangan Berpuasa pada Hari Tasyrik

Salah satu ketentuan penting pada Hari Tasyrik adalah larangan berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Karena itu, umat Islam tidak diperbolehkan melaksanakan puasa sunnah maupun puasa lainnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, kecuali dalam kondisi tertentu yang berkaitan dengan ibadah haji.

Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik

1. Memperbanyak Dzikir dan Takbir

Hari Tasyrik termasuk waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan berbagai bentuk dzikir kepada Allah SWT.

Baca Juga :  Kerja Keras Satgas TMMD Berbuah Nyata, Rumah Ibu Saidah Segera Dihuni

Allah SWT berfirman:

“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203)

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud “hari-hari yang berbilang” dalam ayat tersebut adalah Hari Tasyrik.

2. Bersyukur atas Nikmat Allah

Hari Tasyrik menjadi momentum mengekspresikan rasa syukur kepada Allah atas nikmat kehidupan, kesehatan, rezeki, dan kesempatan beribadah. Salah satunya dengan menikmati makanan yang halal dan baik, termasuk daging kurban.

3. Menyambung Silaturahmi

Semangat Idul Adha masih berlanjut pada Hari Tasyrik. Umat Islam dianjurkan mempererat hubungan dengan keluarga, tetangga, sahabat, dan masyarakat melalui silaturahmi serta saling berbagi kebahagiaan.

4. Bersedekah dan Berbagi

Selain membagikan daging kurban, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah dan membantu mereka yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Baca Juga :  ORARI Jombang Turut Amankan Perayaan Nataru, Siagakan Empat Posko Pengamanan

5. Memperbanyak Doa dan Istighfar

Hari-hari yang mulia ini juga dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Momentum Menjaga Semangat Ibadah

Hari Tasyrik mengajarkan bahwa semangat ibadah tidak berhenti setelah Idul Adha. Umat Islam diajak untuk terus mengingat Allah, bersyukur atas segala nikmat-Nya, mempererat persaudaraan, serta menjaga semangat berbagi kepada sesama.

Dengan memahami makna Hari Tasyrik, diharapkan umat Islam dapat memanfaatkan tiga hari mulia tersebut untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi