Oleh: Sumrambah, S.P., M.A.P.
Ketua DPC PDI-P Kabupaten Jombang
Idulfitri 1447 Hijriah kembali menyapa kita semua sebagai momentum spiritual yang penuh makna. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Muslim diajak untuk kembali kepada fitrah, menjadi pribadi yang bersih, jujur, dan memiliki kepekaan sosial yang lebih tajam. Namun, lebih dari sekadar ritual keagamaan, Idulfitri sesungguhnya adalah panggilan moral untuk membangun kehidupan sosial yang lebih adil dan berkeadaban.
Di tengah suasana kemenangan ini, kita tidak boleh menutup mata terhadap realitas yang dihadapi sebagian besar rakyat. Masih banyak masyarakat kecil yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat. Harga kebutuhan pokok yang tidak stabil, akses pekerjaan yang terbatas, serta ketimpangan sosial yang masih terasa menjadi persoalan nyata yang membutuhkan perhatian serius.
Idulfitri seharusnya menjadi momen refleksi, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi para pemangku kebijakan. Pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat, khususnya mereka yang berada di lapisan paling bawah. Sayangnya, dalam beberapa waktu terakhir, kita masih melihat kebijakan-kebijakan yang terasa jauh dari semangat keberpihakan tersebut.
Kebijakan ekonomi yang tidak sepenuhnya mempertimbangkan daya beli masyarakat, program-program yang belum tepat sasaran, hingga kurangnya keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah adalah beberapa hal yang patut menjadi evaluasi bersama. Rakyat tidak membutuhkan janji, melainkan kehadiran nyata negara dalam menjawab persoalan hidup mereka.
Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kita seharusnya tidak membiarkan ketimpangan terus melebar. Negara harus hadir sebagai pelindung dan pengayom, bukan sekadar regulator yang berjarak. Kebijakan publik harus lahir dari keberanian untuk berpihak, bukan sekadar kompromi kepentingan.
Kabupaten Jombang, dengan karakter masyarakatnya yang religius dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif dan berkeadilan. Semangat Idulfitri harus kita jadikan pijakan untuk memperkuat solidaritas sosial, menghidupkan kembali budaya gotong royong, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pembangunan.
Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, saya menegaskan bahwa politik harus menjadi alat perjuangan untuk rakyat. Nilai-nilai yang terkandung dalam Idulfitri, kejujuran, kepedulian, dan keadilan—harus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan. Kita tidak boleh lelah untuk terus mengingatkan bahwa tujuan utama pembangunan adalah kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan segelintir pihak.
Momentum Idulfitri ini juga menjadi saat yang tepat untuk mempererat persatuan. Perbedaan pilihan politik tidak boleh memecah belah kita sebagai bangsa. Justru dalam keberagaman itulah kita menemukan kekuatan untuk maju bersama. Persatuan yang kokoh akan menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Kita semua memiliki tanggung jawab, baik sebagai individu, masyarakat, maupun bagian dari sistem pemerintahan. Mari kita jadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan lingkungan sekitar. Mari kita suarakan keadilan dengan cara yang bermartabat, serta terus mendorong lahirnya kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat kecil.
Akhirnya, di hari yang fitri ini, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus menjaga nilai-nilai kebaikan, memperjuangkan keadilan, dan membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi seluruh rakyat.
Minal aidin wal faizin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com
















