banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

IPTHA Dusun Ngemplak Gelar Pengajian Maulid Nabi, Dorong Generasi Muda Aktif dalam Kegiatan Keagamaan

×

IPTHA Dusun Ngemplak Gelar Pengajian Maulid Nabi, Dorong Generasi Muda Aktif dalam Kegiatan Keagamaan

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: KH. Nur M. Habibillah saat menyampaikan tausiyah dalam pengajian umum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar IPTHA Dusun Ngemplak, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jumat malam (18/9/2026).

SeputarDesa.com, Jombang — Ikatan Pemuda Thoriqul Huda (IPTHA) Dusun Ngemplak, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, menggelar pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat malam (18/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan RT 07 Dusun Ngemplak tersebut dihadiri masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta unsur pemerintahan dan keamanan desa.

Sejumlah tokoh dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Ketua Ranting NU Podoroto H. Akhmad Ismail bersama jajaran pengurus, Kepala Desa Podoroto, Ketua BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Podoroto, serta Kepala Dusun Ngemplak.

Pengajian dimulai sekitar pukul 19.00 WIB atau setelah salat Isya. Dalam kegiatan tersebut, KH. Nur M. Habibillah hadir memberikan tausiyah kepada jamaah.

Suasana peringatan Maulid Nabi semakin semarak dengan penampilan Majelis Hadroh Ikatan Pemuda Thoriqul Huda yang membawakan lantunan shalawat. Penampilan tersebut menambah nuansa religius sekaligus membuat rangkaian kegiatan berlangsung khidmat.

Ketua Panitia, Purwo Hadi Saputro, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberadaan wadah Thoriqul Huda di Dusun Ngemplak. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkegiatan sekaligus belajar dan memperkuat pemahaman keagamaan.

“Alhamdulillah, di Dusun Ngemplak kita mempunyai wadah Thoriqul Huda. Mari Bapak-Ibu, anak-anak kita didukung, putra-putrinya agar aktif berkegiatan keagamaan,” ujarnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka agar aktif mengikuti berbagai kegiatan positif. Dukungan keluarga dinilai penting dalam membangun lingkungan yang mendorong generasi muda tumbuh melalui kegiatan keagamaan dan sosial.

Baca Juga :  Peringati Hari Santri 2025, Wabup Sidoarjo dan Seluruh ASN Gelar Tabligh Akbar di Masjid Agung
Keterangan foto: Majelis Hadroh IPTHA saat melantunkan shalawat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Nur M. Habibillah menyampaikan bahwa ketenangan hati tidak terlepas dari ketaatan kepada Allah SWT. Menurut beliau, jika seseorang menginginkan ketenangan dalam hidup, salah satu jalannya adalah menjalankan perintah-perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan.

Beliau juga mengingatkan bahwa setelah berusaha menjalankan perintah Allah SWT, seseorang perlu menjaga kebersihan hati. Hati yang bersih dan ikhlas menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan dengan tenang.

Lebih lanjut, KH. Nur M. Habibillah menjelaskan bahwa perintah salat dan menata akhlak bukan sekadar kewajiban yang harus dijalankan, tetapi memiliki tujuan dalam membentuk pribadi seorang Muslim.

“Kenapa kita diperintah untuk salat dan menata akhlak? Karena keduanya menjadi bagian dari upaya kita untuk memperbaiki diri. Salat mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan akhlak tercermin dalam bagaimana kita bersikap dan berhubungan dengan sesama,” jelasnya.

Menurut beliau, salat tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga harus memberikan pengaruh terhadap perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula dengan akhlak, yang perlu terus ditata agar tercermin dalam sikap, ucapan, dan hubungan dengan orang lain.

Baca Juga :  Affiliate Marketing Kian Diminati Anak Muda di Era Digital

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dalam menjalani kehidupan, segala sesuatu hendaknya diarahkan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Baik dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, maupun dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, seorang Muslim perlu menanamkan niat yang baik dan berusaha agar apa yang dilakukan mendapat ridha-Nya.

“Semua harus kita ridhokan kepada Allah SWT. Apa yang kita lakukan, bagaimana kita menjalani kehidupan, semuanya kita niatkan karena Allah dan berharap mendapatkan ridha-Nya,” pesannya.

Beliau mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, membersihkan hati, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Baca Juga :  Puncak Haji 2026, Wukuf di Arafah Jadi Momentum Sakral bagi Jutaan Jemaah

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan nilai dan perubahan positif dalam kehidupan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara pemuda, masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa, dan unsur keamanan di Desa Podoroto.

Melalui kegiatan Maulid Nabi ini, IPTHA diharapkan semakin aktif menjadi wadah positif bagi generasi muda, baik dalam kegiatan keagamaan maupun dalam membangun kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Penulis: Irwani UmamEditor: Irwani Umam

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi