SeputarDesa.com, Grobogan – Pemerintah Desa Jeketro, Kecamatan Gubuk, Kabupaten Grobogan, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Makmur terus memperkuat program ketahanan pangan desa. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan budidaya tanaman padi di lahan seluas 5 hektar yang dikelola secara produktif dan berkelanjutan.
Program ketahanan pangan ini tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan bahan pangan pokok, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan lahan budidaya padi dilakukan oleh BUMDes Jaya Makmur dengan melibatkan petani lokal dan kelompok tani setempat, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman padi.
Kepala Desa Jeketro, Ali Mustain, menegaskan bahwa pemerintah desa harus pandai menciptakan inovasi dalam mengelola potensi desa agar PAD dapat terus meningkat. Menurutnya, peningkatan PAD menjadi faktor penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa.
“Pemerintah desa harus mampu membuat terobosan dan inovasi agar pendapatan asli desa tinggi, sehingga kesejahteraan rakyat juga ikut meningkat,” ujar Ali Mustain.
Ia menambahkan, sektor pertanian merupakan salah satu potensi unggulan Desa Jeketro yang perlu dikelola secara maksimal melalui peran aktif BUMDes. Dengan pengelolaan yang profesional dan melibatkan masyarakat, program budidaya padi seluas 5 hektar ini diharapkan mampu memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.
Selain sebagai program ketahanan pangan, hasil dari budidaya padi tersebut juga direncanakan untuk mendukung pemasukan desa dan menjadi modal pengembangan usaha desa lainnya. Pemerintah desa bersama BUMDes Jaya Makmur akan terus melakukan pendampingan, pengawasan, dan evaluasi agar program ini berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Melalui program budidaya padi yang dikelola BUMDes Jaya Makmur ini, Desa Jeketro diharapkan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














