SeputarDesa.com, Jombang – Setelah video konten keluhan warga soal jalan rusak, becek, dan berlumpur di Dusun Watudakon, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Jombang, viral di media sosial, Kepala Desa Watudakon, Suharto, memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai kondisi tersebut. Klarifikasi disampaikan melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi redaksi seputardesa.com.
Menurut Suharto, jalan yang kini rusak parah sebelumnya merupakan jalan paving. Namun pada proses perbaikan, area tersebut diurug menggunakan tanah yang diambil dari sungai. Kondisi tersebut kemudian diperparah oleh hujan yang turun di wilayah setempat.
“Itu kemarin asalnya jalan paving, terus diurug tanah dari sungai. La musim hujan akhirnya jembrot mas,” jelasnya.
Suharto menambahkan bahwa prosedur penanganan ideal seharusnya dilakukan dengan membongkar paving terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan urugan dan setelah itu paving dipasang kembali agar jalan tetap kuat dan tidak mudah rusak saat terkena hujan.
“Seharusnya paving diambil dulu, terus diurug, terus paving dipasang lagi. Aman. Info dari Pak Polo dusunnya begitu mas,” terangnya.
Selain faktor pengerjaan teknis, Kepala Desa menyebut bahwa jalur tersebut juga sebelumnya dilalui alat berat saat proses normalisasi avur (saluran air) di wilayah Watudakon. Mobilisasi alat berat diduga turut mempercepat kerusakan pada permukaan jalan yang belum selesai ditangani secara permanen.
Saat ini, pihak pemerintah desa sedang melakukan koordinasi untuk rencana penanganan perbaikan lanjutan. Namun belum ada jadwal pasti kapan pengerjaan perbaikan dapat dimulai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














