banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Kekeringan Melanda Desa Pacakan Tanah Bumbu, Warga Beli Air Tangki Rp150 Ribu

×

Kekeringan Melanda Desa Pacakan Tanah Bumbu, Warga Beli Air Tangki Rp150 Ribu

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Lokasi yang terdampak kekeringan di Desa Pacakan, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kondisi sumber air dan lingkungan sekitar mulai mengering akibat musim kemarau.

SeputarDesa.com, Tanah Bumbu — Kekeringan masih melanda Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Desa Pacakan, Kecamatan Kusan Hulu. Selain kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan rumah tangga, kondisi persawahan dan sungai di wilayah tersebut juga dilaporkan mulai mengering.

Pantauan SeputarDesa.com pada Kamis sore (24/9/2026), warga RT 04 Desa Pacakan harus mengandalkan pasokan air menggunakan tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah kondisi tersebut, Jayus Nogroho menyediakan layanan penjualan air menggunakan tangki bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Latih Mental dan Disiplin, Babinsa Wedoro Beri Pelatihan LBB

Harga air yang dijual berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per tangki. Perbedaan harga tersebut bergantung pada jarak pengiriman dari sumber air menuju lokasi pemesan.

Jayus Nogroho mengatakan, pasokan air menggunakan tangki menjadi salah satu cara untuk membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga selama musim kemarau. Namun, harga air yang harus dibayar warga berbeda-beda, tergantung jarak pengiriman.

Keterangan Foto: Jayus Nogroho menyediakan pasokan air menggunakan tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air rumah tangga warga Desa Pacakan, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, di tengah musim kemarau.

Sementara itu, warga berharap hujan segera turun karena dampak kekeringan mulai meluas hingga ke persawahan dan sungai.

“Harapan kami semoga segera turun hujan. Persawahan dan sungai sekarang juga sudah mengering,” ungkap salah satu warga RT 04 Desa Pacakan.

Kondisi tersebut menambah kekhawatiran masyarakat terhadap keberlanjutan aktivitas pertanian dan ketersediaan air bersih. Warga berharap musim kemarau segera berakhir agar sumber air kembali terisi dan kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi tanpa harus terus bergantung pada pasokan air tangki.

Baca Juga :  Fahmi Fikroni Sesalkan Absennya Perusahaan di Forum Mediasi DPRD Tuban

Masyarakat juga berharap pihak terkait memberikan perhatian terhadap kondisi kekeringan yang masih melanda wilayah tersebut, terutama apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi