SeputarDesa.com, Grobogan – Ribuan doa mengalir dalam sebuah malam penuh keberkahan di Desa Nambuhan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Selama dua hari, Jumat (26/6/2026) hingga Sabtu (27/6/2026), keluarga besar Nur Sholeh Ayub Wahyudi dan Meila Zuhaida menggelar Khotmil Qur’an yang dipadukan dengan Tasyakuran Walimatul Khitan putra mereka, Zuhad Ibrahim Wijaya dan Saheen Arbani Wijaya.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur keluarga atas dua momen penting yang dijalani kedua putranya. Selain menuntaskan bacaan 30 juz Al-Qur’an, keduanya juga menjalani prosesi khitan sebagai bagian dari tuntunan syariat Islam.
Sejak pagi hingga malam, halaman tempat acara dipenuhi kerabat, tetangga, tokoh agama, dan masyarakat yang datang untuk bersilaturahmi sekaligus mendoakan kedua ananda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, dan iringan hadroh menciptakan suasana yang teduh dan menyejukkan.
Pada malam puncak, masyarakat semakin memadati lokasi ketika pengajian dan sholawat Gandrung Nabi dimulai. Kehadiran Gus Coe dari Yogyakarta menjadi daya tarik tersendiri. Jamaah tampak khusyuk mengikuti tausiyah dan bersama-sama melantunkan sholawat sebagai ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Salah seorang tokoh agama yang memberikan tausiyah mengingatkan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Menurutnya, keberhasilan seorang anak mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan kebahagiaan yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi keluarga lain untuk terus mendidik putra-putrinya dengan nilai-nilai keislaman.
Jasmani, saudara sohibul hajat yang juga menjadi panitia penyelenggara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ia berharap doa yang dipanjatkan menjadi bekal bagi kedua keponakannya dalam menjalani kehidupan.
“Kami berharap Zuhad Ibrahim Wijaya dan Saheen Arbani Wijaya tumbuh menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada kedua orang tua, memiliki akhlak yang baik, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, keluarga, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ungkapan syukur keluarga, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya membangun generasi Qurani yang berakhlak mulia.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















