SeputarDesa.com, Grobogan – Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dengan intensitas hujan tinggi berpotensi meningkatkan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Jeketro bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta Puskesmas Gubug melaksanakan kegiatan fogging sebagai langkah antisipasi, yang dimulai di wilayah RT 15 RW 03 pada Kamis, 24/12/2025.
Kegiatan fogging dilakukan menyasar lingkungan permukiman warga, saluran air, serta area-area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Langkah ini diambil guna menekan populasi nyamuk sekaligus memutus mata rantai penyebaran penyakit DBD di wilayah Desa Jeketro.

Kepala Desa Jeketro, Ali Mustain, mengatakan bahwa fogging merupakan bagian dari upaya preventif pemerintah desa dalam menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem. Ia menegaskan bahwa kegiatan fogging ini dimulai dari RT 15 RW 03 dan akan dilaksanakan secara bertahap di wilayah lain sesuai hasil pemantauan dan kebutuhan di lapangan.
“Selain fogging, kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, serta langkah pencegahan lainnya,” ujar Ali Mustain.
Pemdes Jeketro berharap melalui sinergi antara pemerintah desa, Dinas Kesehatan, Puskesmas Gubug, dan partisipasi masyarakat, upaya pencegahan DBD dapat berjalan efektif sehingga kesehatan warga tetap terjaga dan kasus DBD dapat ditekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














