banner 970x250
BeritaDaerah

Pelatihan Pemanfaatan Daun Mimba di Desa Kolpo, Sumenep: Inovasi Herbal untuk Cegah DBD dan Tingkatkan Ekonomi Warga

×

Pelatihan Pemanfaatan Daun Mimba di Desa Kolpo, Sumenep: Inovasi Herbal untuk Cegah DBD dan Tingkatkan Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sumenep – Balai Desa Kolpo, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, menjadi pusat kegiatan pelatihan pemanfaatan daun mimba sebagai bahan dasar produk anti nyamuk herbal bernilai ekonomi. Kegiatan yang berlangsung dengan antusias ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Annuqayah, Pemerintah Desa Kolpo, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep.

Tujuan utama kegiatan ini tidak hanya sebatas meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah demam berdarah dengue (DBD), tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Daun mimba yang melimpah di wilayah tersebut diangkat sebagai bahan utama yang diyakini efektif sebagai pengusir nyamuk sekaligus bernilai komersial.

Pelatihan diikuti oleh 25 peserta dari berbagai unsur masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK dan kader posyandu. Acara dibagi dalam dua sesi utama.

Baca Juga :  Tunjangan DPRD Lumajang Capai 15 Kali UMK

Pada sesi pertama, Dr. Irene Wijaya dari Dinas Kesehatan menyampaikan materi tentang bahaya DBD serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan bahwa rendahnya kepedulian terhadap kebersihan menjadi faktor utama penyebaran penyakit ini. Dr. Irene kembali mengingatkan pola 3M (menguras, menutup, dan mengubur) sebagai langkah dasar yang efektif dalam menekan perkembangan nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab DBD.

Sesi kedua dipandu oleh Ibu Suci Prawira Sari, S.T., dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan. Ia menyoroti aspek ekonomi dari pemanfaatan daun mimba. Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengenal daun mimba sebagai bahan jamu herbal, padahal kandungan alaminya juga efektif sebagai bahan anti nyamuk. Ia menambahkan, peluang bisnis dari produk herbal berbasis daun mimba masih terbuka lebar, terlebih tren pasar saat ini semakin mengarah pada produk alami dan ramah lingkungan. Dengan strategi pemasaran digital, produk ini dinilai berpotensi menembus pasar lokal hingga nasional.

Baca Juga :  Hari Kelima Pencarian, Remaja Korban Tenggelam di Krian Ditemukan Meninggal Dunia

Antusiasme peserta tampak jelas sepanjang kegiatan. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya seputar pencegahan DBD, teknis produksi, hingga strategi pemasaran. Bahkan sejumlah peserta mengusulkan pembentukan kelompok usaha bersama yang fokus pada pengembangan produk anti nyamuk herbal berbahan daun mimba.

Pelatihan ini tidak hanya membuka wawasan baru terkait pemanfaatan tanaman lokal, tetapi juga memberikan harapan lahirnya unit usaha baru yang mandiri dan berdaya saing. Dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah desa maupun dinas terkait, diharapkan terus berlanjut melalui pendampingan dan pelatihan lanjutan.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Kudu Ikuti Lomba Paskibra Tingkat Jawa Timur di SMA Negeri Kabuh

Dengan perpaduan edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi, Desa Kolpo kini memiliki peluang besar untuk menciptakan inovasi produk herbal yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Inisiatif ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumenep dalam mengembangkan potensi lokal berbasis lingkungan dan kesehatan.

 

Pewarta: Abdullah Abie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa