SeputarDesa.com, Sidoarjo – Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo kini semakin digencarkan melalui penguatan jaminan sosial. Meskipun angka kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan lokal telah menembus 46,27 persen (jauh melampaui target awal di angka 41,34 persen), pihak pemerintah daerah memandang capaian tersebut harus diiringi dengan efektivitas nyata di lapangan.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, di hadapan jajaran asisten, staf ahli, Inspektur, hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam agenda sosialisasi yang dihelat di Hotel DoubleTree Surabaya.
“Target yang ditetapkan bukan sekadar mengejar angka kepesertaan. Yang lebih penting adalah bagaimana perlindungan jaminan sosial ini benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat dan ikut menurunkan angka kemiskinan,” ungkap Fenny.

Optimalisasi Kebijakan Lewat Gerakan ASN Peduli
Dalam arahannya, Fenny menginstruksikan agar proses evaluasi program jaminan sosial tidak sekadar berkutat pada serapan anggaran atau akumulasi jumlah peserta. Penilaian ke depan wajib disandingkan secara langsung dengan perbaikan taraf hidup warga, terutama kelompok masyarakat yang masuk dalam data desil 1 hingga 5.
Sebagai bentuk konkret kepedulian aparatur negara, Pemkab Sidoarjo menggalakkan program Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan. Inisiatif ini dipelopori oleh para pejabat struktural di tiap instansi untuk merangkul dan memberikan perlindungan jaminan sosial kepada masyarakat prasejahtera di lingkungan sekitar mereka.
Tidak hanya itu, jajaran birokrasi juga diwajibkan untuk memastikan seluruh peserta magang (baik pelajar maupun mahasiswa), mitra strategis pemerintah (seperti KONI, KDKMP, SPPG, Guk Yuk Sidoarjo), hingga para tenaga relawan publik telah tercover perlindungan ketenagakerjaan.
Kolaborasi Strategis
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Arie Fianto Sofyan, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen pemda yang sukses menjadikan cakupan jaminan sosial di wilayah ini sebagai salah satu yang terbaik di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan rekapitulasi data per 14 Agustus 2026, tercatat sebanyak 474.455 jiwa dari total angkatan kerja daerah yang menyentuh angka 1,05 juta orang telah mendapatkan perlindungan resmi. Kendati demikian, masih ada sekitar 575.938 tenaga kerja yang menjadi sasaran perluasan cakupan berikutnya.
“Kami terus berkolaborasi dengan Pemkab Sidoarjo untuk memperluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus menjaga kepesertaan agar pekerja yang sudah terlindungi tidak kembali kehilangan jaminannya,” terang Arie.
Landasan hukum pelaksanaan program ini berpedoman pada Perbup Sidoarjo Nomor 17 Tahun 2026, yang sekaligus mengatur fasilitasi jaminan sosial bagi tenaga kerja dalam lingkup swakelola desa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















