banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
InvestigasiPemerintahan

Pemkab Sidoarjo Siapkan Solusi Jangka Pendek hingga Menengah Atasi Sampah Sungai Sukodono

×

Pemkab Sidoarjo Siapkan Solusi Jangka Pendek hingga Menengah Atasi Sampah Sungai Sukodono

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo secara resmi menyiapkan langkah konkret dan terstruktur untuk mengatasi persoalan tumpukan sampah sungai Sukodono yang kerap mencemari aliran air di wilayah tersebut. Kebijakan strategis ini dirumuskan langsung melalui forum audiensi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana di Ruang Kerja Wabup pada Senin, 3 Agustus 2026.

Audiensi tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas masih maraknya penumpukan sampah di sejumlah titik aliran sungai meskipun pembersihan rutin telah dilakukan secara berkala oleh pihak pemerintah maupun warga setempat. Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Bahrul Amig, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA), Camat Sukodono, serta para kepala desa terkait.

Berdasarkan hasil pemetaan lapangan, terdapat enam desa di Kecamatan Sukodono yang menjadi titik perhatian utama karena mencatatkan volume tumpukan sampah terbanyak di aliran sungai. Keenam wilayah tersebut meliputi Desa Jogosatru, Cangkringsari, Pademonegoro, Pakarungan, Suruh, dan Jumputrejo.

Baca Juga :  Sidoarjo Lantik 3.862 PPPK Paruh Waktu, Bupati Subandi Tekankan Pelayanan Berempati

Pembenahan Sistem dari Hulu hingga Hilir

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa persoalan sampah di wilayahnya tidak cukup diselesaikan hanya dengan melakukan pembersihan fisik sungai secara berulang. Menurutnya, tata kelola sistem secara menyeluruh harus dibenahi mulai dari penanganan di hulu hingga pengolahan di tingkat desa agar warga tidak lagi membuang sampah ke badan sungai.

“Persoalan sampah di Sukodono tidak bisa diselesaikan dengan membersihkan sungai saja. Yang harus kita benahi adalah sistemnya, mulai dari penanganan di hulu hingga pengolahan sampah di tingkat desa agar tidak lagi dibuang ke sungai,” ujar Mimik.

Sebagai langkah cepat merespons darurat sampah, Pemkab Sidoarjo atasi sampah melalui penerapan strategi taktis jangka pendek yang langsung dieksekusi di lapangan:

  • Pemasangan Jaring Intake: Memasang jaring khusus pada titik intake (saluran pengambilan air baku) di masing-masing desa guna menahan sampah agar tidak terus terbawa arus.

  • Pengangkutan Berkala: Sampah yang tertahan pada jaring pengaman akan segera diangkut secara rutin melalui koordinasi terpadu antara pemerintah desa, DLHK, dan Dinas PUBMSDA.

  • Normalisasi Saluran: Dinas PUBMSDA dikerahkan untuk melakukan normalisasi saluran agar kapasitas tampung serta kelancaran arus air kembali normal.

Baca Juga :  Haul Masyayikh Sidogiri ke-6: Wabup Mimik Idayana Ajak Santri Teladani Akhlak Ulama

Solusi Jangka Menengah: Pembangunan TPS3R

Selain langkah darurat tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan solusi jangka menengah berupa dorongan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan Sukodono. Kehadiran fasilitas TPS3R Sidoarjo ini diharapkan mampu mengelola sampah langsung dari sumbernya, sehingga material yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) benar-benar hanya berupa sampah residu.

Lonjakan volume sampah di Sukodono sendiri erat kaitannya dengan pesatnya pertumbuhan penduduk serta masifnya pembangunan kawasan perumahan baru. Di sisi lain, Kepala Desa Pekarungan melaporkan bahwa upaya pembersihan sebenarnya telah rutin dilakukan, mulai dari pembersihan oleh pemerintah sebanyak tiga kali dalam sepekan, kerja bakti warga setiap hari Minggu, hingga iuran swadaya desa untuk pembuangan sampah.

Baca Juga :  Progres Rumah Pompa Kedungpeluk Capai 70 Persen, Ditarget Rampung Pertengahan Februari

Kendati demikian, partisipasi aktif masyarakat untuk mengubah perilaku membuang sampah sembarangan tetap menjadi kunci utama. Melalui langkah komprehensif ini, Wakil Bupati Mimik Idayana mengajak seluruh warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan memperlakukan sungai sebagai aset bersama yang harus dijaga kelestariannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi