BeritaDaerah

Perhutani KPH Semarang Salurkan Bantuan TJSL Rp20 Juta untuk Dukung Pendidikan Anak Usia Dini

2
×

Perhutani KPH Semarang Salurkan Bantuan TJSL Rp20 Juta untuk Dukung Pendidikan Anak Usia Dini

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Semarang – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Non-PUMK senilai Rp20 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada Yayasan Taruna Rimba Cabang Semarang sebagai dukungan terhadap dua Taman Kanak-kanak binaannya, yakni TK Tunas Rimba II Wanamukti dan TK Tunas Rimba II Gablok, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp10 juta.

Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Perhutani KPH Semarang pada Senin (tanggal kegiatan) dan disaksikan jajaran manajemen. Administratur KPH Semarang, Misa Ekaristi, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada Ketua Yayasan Taruna Rimba Cabang Semarang, Ny. Hari Nara Widuri. Turut hadir dalam kegiatan itu para kepala sekolah penerima bantuan, yakni Praptining Hartati dari TK Tunas Rimba II Wanamukti dan Puji Lestari dari TK Tunas Rimba II Gablok, serta jajaran pengurus yayasan.

Baca Juga  Pengurus KDMP dan KKMP Tenggarong Seberang Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM

Dalam sambutannya, Misa Ekaristi menegaskan bahwa program TJSL merupakan bagian penting dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan Perhutani tidak hanya berfokus pada pengelolaan sumber daya hutan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Perhutani berkomitmen tidak hanya mengelola sumber daya hutan secara lestari, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sekitar hutan,” ujar Misa.

Ia menambahkan, melalui program TJSL ini diharapkan kegiatan belajar mengajar di kedua TK dapat berjalan lebih optimal dan memberi motivasi baru bagi para pendidik. Selain bantuan dana, program TJSL juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara Perhutani dengan masyarakat serta lembaga pendidikan di sekitar kawasan hutan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Taruna Rimba Cabang Semarang, Ny. Hari Nara Widuri, menyampaikan apresiasi atas perhatian Perhutani terhadap dunia pendidikan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Perhutani KPH Semarang. Bantuan ini akan kami manfaatkan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan,” ujarnya.

Hari Nara menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan dana tersebut digunakan seefisien mungkin agar memberikan dampak nyata bagi siswa dan guru di TK Tunas Rimba. Menurutnya, dukungan ini merupakan bentuk nyata kepedulian BUMN terhadap pendidikan usia dini di wilayah pedesaan yang sering kekurangan fasilitas.

Baca Juga  H. Sholikin Hadiri Peringatan HUT ke-14 Partai NasDem di Grobogan

Yayasan Taruna Rimba selama ini dikenal sebagai mitra strategis Perhutani dalam pengembangan sumber daya manusia dan kegiatan sosial di bidang pendidikan. Kegiatan penyaluran TJSL kali ini menjadi langkah berkelanjutan Perhutani dalam memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat di wilayah kerja KPH Semarang.

Selain sektor pendidikan, program TJSL Perhutani juga menyasar bidang lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat sekitar hutan untuk mewujudkan keseimbangan pembangunan. Khusus program TJSL Non-PUMK, fokusnya adalah pada kegiatan non-bisnis yang memberikan manfaat sosial langsung bagi masyarakat, termasuk pendidikan anak usia dini.

Baca Juga  Penanggulangan Risiko Digital Dini: Polwan Polresta Sidoarjo Kawal Literasi Gadget di 'Kampung Lali Gadget'

Langkah ini menjadi bukti bahwa pengelolaan hutan secara berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Bantuan kepada TK Tunas Rimba diharapkan dapat menginspirasi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dasar di daerah terpencil.

Melalui program TJSL, Perhutani KPH Semarang menegaskan perannya tidak hanya sebagai pengelola hutan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan, kami percaya pendidikan yang kuat akan melahirkan generasi yang mampu menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di masa depan,” pungkas Misa.


Sumber: Humas KPH Semarang

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!