banner 970x250
BeritaDaerah

Program Oplah Dongkrak Panen hingga Tiga Kali di Kecamatan Kesamben

×

Program Oplah Dongkrak Panen hingga Tiga Kali di Kecamatan Kesamben

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang – Program optimalisasi lahan (oplah) yang dilaksanakan di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, terus menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Melalui program ini, intensitas panen petani meningkat signifikan, dari yang sebelumnya dua kali panen menjadi tiga kali panen. Bahkan, sejumlah lahan yang sebelumnya hanya mampu panen satu kali dalam setahun kini dapat dioptimalkan hingga tiga kali panen.

Kecamatan Kesamben sendiri memiliki luas lahan pertanian mencapai 4.125 hektare, yang terdiri dari sawah dan tegal. Selama ini, pola tanam yang diterapkan antara lain Padi–Padi–Palawija, Padi–Padi–Bero, serta Padi–Bero. Dari pola tersebut, tercatat potensi lahan bero mencapai sekitar 1.300 hektare yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Korwil BPP Kesamben, Anasrul Hakim, S.P., menjelaskan bahwa program oplah menjadi salah satu daya dukung utama dalam mengoptimalkan lahan pertanian, terutama lahan bero.

“Program oplah ini menjadi upaya nyata untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan, dengan sasaran utama pemenuhan kebutuhan air. Salah satunya melalui bantuan pompanisasi agar lahan yang selama ini bero bisa kembali ditanami,” jelasnya.

Menurut Anasrul Hakim, air merupakan faktor utama dalam keberhasilan budidaya tanaman. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi pengairan guna mendukung perubahan pola tanam ke depan.

“Faktor utama kebutuhan tanaman adalah air. Kami sudah berkoordinasi dengan pengairan untuk mengubah pola tanam ke depan, artinya akan ada penambahan debit air agar intensitas tanam bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi iklim tahun ini cukup mendukung pelaksanaan oplah.

“Dengan kondisi kemarau basah tahun ini, kegiatan oplah menjadi lebih lancar dan sangat menunjang percepatan tanam,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Desa Jombatan, H. Abdul Wahab, menyampaikan bahwa dampak positif program oplah tidak hanya dirasakan oleh petani pemilik lahan, tetapi juga oleh buruh tani.

“Efek oplah ini bukan hanya pada hasil tanam saja, tetapi buruh tani juga merasakan manfaatnya. Dengan bertambahnya musim tanam dan panen, kesempatan kerja bagi buruh tani menjadi lebih sering,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan intensitas panen dari satu atau dua kali menjadi tiga kali panen dalam setahun membawa dampak ekonomi yang cukup besar di tingkat desa.

“Kalau lahan bisa ditanami terus dan tidak lagi bero, perputaran ekonomi desa ikut meningkat. Petani terbantu, buruh tani juga mendapat tambahan penghasilan,” tambahnya.

Ke depan, Anasrul Hakim menegaskan bahwa keberlanjutan program oplah membutuhkan sinergi semua pihak.

“Tentunya ke depan dibutuhkan kerja sama yang kuat antara petani, penyuluh, dan para pemangku kebijakan. Ini penting untuk mendukung program swasembada pangan dan memastikan lahan pertanian bisa dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya.

Keberhasilan program oplah di Kecamatan Kesamben diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Jombang dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani.

Baca Juga :  BPD Desa Sumberagung Kecamatan Perak Turun Penuh dalam Aksi BPD Jombang, Sembilan Anggota Nyatakan Sikap Bersama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi