banner 970x250
Berita

Residensi “Ritus Liyan” Hidupkan Narasi Sejarah Kampung Daleman di Rumah Budaya Sidoarjo

×

Residensi “Ritus Liyan” Hidupkan Narasi Sejarah Kampung Daleman di Rumah Budaya Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sidoarjo – Kegiatan residensi seni dan riset bertajuk “Ritus Liyan” kembali digelar dan memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, kali ini bertempat di Rumah Budaya Sidoarjo. Program ini menghadirkan rangkaian aktivitas lintas disiplin yang mengangkat kehidupan serta jejak sejarah Kampung Daleman, salah satu kawasan permukiman tua di pusat Kota Sidoarjo.

Sebelumnya, “Ritus Liyan” telah dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Edisi pertama diselenggarakan di Surabaya, edisi kedua berlangsung di Gresik, dan edisi ketiga tahun ini memilih Sidoarjo sebagai locus utama kegiatan. Perpindahan lokasi tersebut menunjukkan komitmen penyelenggara untuk membaca ruang-ruang lokal secara bergantian, sekaligus menggali kekayaan sejarah dan praktik budaya masyarakat di wilayah pesisir dan urban Jawa Timur.

Baca Juga :  Pra TMMD ke-127, Kodim 0819/Pasuruan Wujudkan Harapan Warga akan Air Bersih

Kegiatan residensi ini dibuka pada pagi menjelang siang oleh Direktur AIIOC Universitas Airlangga (UNAIR) dan diikuti oleh para seniman, peneliti, serta penulis dari berbagai daerah. Program ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara riset, praktik seni, dan keterlibatan langsung dengan masyarakat.

Selama residensi berlangsung, para peserta tidak hanya mengikuti pemaparan konsep dan diskusi akademik, tetapi juga melakukan studi lapangan langsung ke Kampung Daleman, Pekuman, Sidoarjo. Kawasan ini dikenal sebagai kampung tua dengan lorong-lorong sempit yang menyimpan kekayaan sejarah, memori kolektif, serta dinamika sosial yang masih bertahan hingga kini.

Baca Juga :  Tak Sekedar Pembangunan, TMMD Kodim 0819 Perhatikan Kesehatan Masyarakat

Berbagai rangkaian kegiatan dilakukan, mulai dari observasi lingkungan, wawancara dengan warga, diskusi terbuka, hingga eksplorasi narasi keseharian masyarakat kampung. Interaksi langsung dengan warga menjadi bagian penting dalam proses residensi, sehingga praktik riset dan penciptaan karya tidak terlepas dari realitas sosial yang hidup.

Program “Ritus Liyan” juga menekankan produksi karya sebagai output utama. Setiap hasil riset dan penciptaan dibingkai dalam bentuk karya seni yang dipadukan dengan media audiovisual, menjadikan sejarah dan kehidupan kampung tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga diinterpretasikan secara kreatif dan reflektif.

Diskusi bersama warga turut menjadi bagian dari agenda kegiatan. Forum ini membuka ruang dialog antara seniman, peneliti, dan masyarakat setempat, sekaligus menempatkan warga sebagai subjek pengetahuan, bukan sekadar objek kajian.

Baca Juga :  Bupati Sidoarjo Serahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 768 PNS

Melalui penyelenggaraan ketiganya di Sidoarjo, “Ritus Liyan” menegaskan upaya berkelanjutan dalam membaca ruang-ruang lokal sebagai arsip hidup, tempat sejarah, kebudayaan, dan pengalaman sosial terus dinegosiasikan dalam konteks kekinian.

Kegiatan ini sekaligus mengukuhkan Rumah Budaya Sidoarjo sebagai ruang alternatif pembelajaran dan produksi pengetahuan berbasis kebudayaan lokal, yang mempertemukan akademisi, seniman, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif yang kritis dan partisipatif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi