Seputardesa.com, Banyuwangi — Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendekatan Spiritual Parenting kian menjadi kebutuhan penting bagi keluarga, institusi pendidikan, hingga dunia usaha. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab krisis karakter, tekanan psikologis, serta kebutuhan akan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan berketenangan batin.
Salah satu tokoh yang konsisten mengembangkan konsep Spiritual Parenting adalah Ustadz M. Ruman Nasruddin, M.Pd.I, konsultan sekaligus mentor motivasi spiritual yang telah dipercaya berbagai instansi nasional.
Dengan gaya penyampaian yang hangat, komunikatif, dan sarat nilai kehidupan, Ustadz Ruman Nasruddin dikenal mampu menghubungkan dimensi spiritual dengan kebutuhan modern, baik dalam keluarga maupun lingkungan kerja.
Pengalaman dan Kredibilitas Teruji
Selama bertahun-tahun, Ustadz Ruman Nasruddin aktif sebagai pembimbing dan narasumber dalam program Motivasi Spiritual, Character Building, serta Spiritual Parenting di berbagai sektor strategis, mulai dari perusahaan, pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Beberapa institusi yang pernah mendapatkan pendampingan antara lain:
- Indosat – Pembinaan spiritual dan peningkatan kualitas SDM berbasis nilai ketuhanan.
- Sektor FMCG, termasuk Geprek Basmallah – Pendampingan budaya kerja, etika tim, serta penguatan mentalitas karyawan.
- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi – Penguatan karakter ASN dan pembinaan keluarga harmonis melalui modul Spiritual Parenting.
- Berbagai yayasan, sekolah, dan lembaga pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Rekam jejak tersebut menegaskan bahwa pendekatan yang dibawakan tidak hanya relevan, tetapi juga terbukti memberikan dampak nyata bagi individu maupun organisasi.

Urgensi Spiritual Parenting di Masa Kini
Menurut Ustadz Ruman Nasruddin, berbagai persoalan moral dan tekanan psikologis yang dialami generasi muda maupun pekerja dewasa kerap berakar dari lemahnya pondasi spiritual dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di tempat kerja.
“Spiritual Parenting bukan hanya tentang mendidik anak. Ini adalah seni memimpin hati di keluarga, di kantor, dan di masyarakat. Ketika spiritual kuat, karakter dan kinerja akan ikut menguat,” ujarnya dalam salah satu sesi pelatihan.
Konsep Spiritual Parenting yang dikembangkan mengintegrasikan:
- Keteladanan (role model)
- Komunikasi empatik
- Manajemen emosi berbasis spiritual
- Nilai-nilai tauhid dalam aktivitas harian
- Keseimbangan antara dunia kerja dan kehidupan keluarg
Pendekatan ini tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dilengkapi metode praktis yang mudah diterapkan.
Diminati Berbagai Instansi
Sejumlah perusahaan dan lembaga mengakui bahwa pelatihan bersama Ustadz Ruman Nasruddin mampu menciptakan suasana kerja yang lebih sehat, harmonis, dan produktif.
Para peserta merasakan berbagai manfaat, antara lain:
- Peningkatan motivasi dan kedewasaan emosional
- Perbaikan kualitas komunikasi internal
- Keseimbangan antara produktivitas dan ketenangan batin
- Meningkatnya kesadaran dan kedisiplinan spiritual
Tidak sedikit instansi yang kemudian menjalin kerja sama jangka panjang karena merasakan dampaknya secara langsung.
Siap Mendampingi Perusahaan dan Lembaga Anda
Dengan pengalaman yang panjang serta pendekatan yang inklusif dan mudah diterima berbagai kalangan, Ustadz Ruman Nasruddin membuka peluang kerja sama bagi perusahaan, yayasan, sekolah, maupun lembaga pemerintahan untuk mengadakan:
- Pelatihan Spiritual Parenting
- Pembinaan Motivasi Spiritual SDM
- Seminar Character Building Islami
- Kajian keluarga dan penguatan manajemen hati
- Pendampingan budaya kerja berbasis nilai spiritual
Program ini relevan dengan kebutuhan era saat ini, ketika organisasi membutuhkan SDM yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga berkarakter kuat, berhati tenang, serta memiliki visi hidup yang jelas.
Narahubung:
Khusnul Hidayah
📞 0856 5500 5579
Media Sosial:
Instagram: @rumannasrudin
TikTok: @ruman.nasruddin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














