banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaPeristiwa

Tradisi Pelepasan Jamaah Haji NU Megaluh Perkuat Ukhuwah dan Nasionalisme

×

Tradisi Pelepasan Jamaah Haji NU Megaluh Perkuat Ukhuwah dan Nasionalisme

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang – Suasana haru dan penuh kekhidmatan mewarnai prosesi pelepasan jamaah calon haji yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Megaluh, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jumat siang (06/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Khoir Megaluh tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus wujud kuatnya tradisi keagamaan warga nahdliyin dalam mengantarkan tamu Allah menuju Tanah Suci.

Sejak sebelum acara dimulai, masyarakat telah memadati area masjid. Pengurus ranting NU, badan otonom (Banom) NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga jamaah hadir dalam suasana penuh kebersamaan. Lantunan shalawat dan doa munajat mengiringi langkah para jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

Prosesi pelepasan dilaksanakan sekitar pukul 13.30 WIB dan secara resmi dipimpin oleh Rois Syuriah MWCNU Megaluh, KH Abdul Azis. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Baitullah, melainkan perjalanan ruhani untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat akhlak, kesabaran, dan pengabdian kepada umat.

“Menjadi tamu Allah adalah kemuliaan yang luar biasa. Tidak semua orang memperoleh kesempatan ini. Maka jagalah niat dengan tulus, laksanakan seluruh ibadah dengan sabar dan ikhlas, serta tunjukkan akhlak terbaik sebagai warga Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia,” tutur KH Abdul Azis.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, jamaah haji Indonesia, khususnya warga NU, memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan wajah Islam yang santun, moderat, toleran, dan cinta perdamaian sebagaimana ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Baca Juga :  Ajang MYPO 2026: Karya Teknologi Pelajar Porong Raih Posisi Kedua

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Ranting NU Megaluh beserta Banom NU yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bukti kokohnya solidaritas warga nahdliyin dalam menjaga tradisi, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menghidupkan semangat gotong royong yang telah mengakar di lingkungan masyarakat.

Adapun jamaah calon haji yang diberangkatkan pada kesempatan tersebut, antara lain:

  • H. Abdul Kholik
  • Hj. Nur Habibah
  • Syaifuddin Zuhri
  • Khoirun Nisa
  • Sholikah binti KH Moh Ustman
  • Elya Agustina
  • Inung
  • Bapak Inung Sek

Satu per satu jamaah menerima doa dan salam perpisahan dari warga. Tangis haru keluarga pecah saat para jamaah berpamitan sebelum berangkat menuju embarkasi. Momen tersebut menggambarkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan pribadi, tetapi juga perjalanan batin keluarga dan masyarakat yang turut menitipkan doa di Tanah Suci.

Baca Juga :  Wakil Bupati Sidoarjo Dorong Program Pengembangan Usaha Mikro 2026 Lebih Tepat Sasaran

Di tengah suasana penuh haru itu, para tokoh NU Megaluh mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi keagamaan warisan para ulama dan masyayikh NU. Tradisi pelepasan jamaah haji dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada tamu Allah sekaligus sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Nilai kebersamaan yang tampak dalam kegiatan tersebut mencerminkan karakter warga NU yang menjunjung tinggi prinsip tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal. Semangat inilah yang selama ini menjadi fondasi dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat sekaligus memperkokoh persatuan bangsa.

Selain memanjatkan doa keselamatan dan kelancaran ibadah, para pengurus NU dan Banom juga berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh.

Bagi warga NU Megaluh, keberangkatan jamaah haji bukan hanya menjadi kebahagiaan keluarga, tetapi juga kebanggaan bersama. Sebab, setiap jamaah membawa nama baik daerah, bangsa, serta tradisi Islam Nusantara yang damai dan rahmatan lil ‘alamin.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, Babinsa Ajak Warga Bersihkan Bahu Jalan

Suasana semakin syahdu ketika doa penutup dibacakan bersama. Lantunan shalawat menggema dari seluruh jamaah yang hadir, mengiringi keberangkatan para calon haji menuju perjalanan suci yang telah lama didambakan. Warga melambaikan tangan dengan mata berkaca-kaca, berharap para jamaah kembali dalam keadaan sehat, selamat, dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, Ranting NU Megaluh kembali menunjukkan perannya sebagai organisasi keagamaan yang tidak hanya menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga memperkuat semangat nasionalisme, persaudaraan, dan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah tantangan zaman, NU terus hadir sebagai perekat umat dan penjaga nilai-nilai keislaman yang damai, moderat, dan cinta tanah air.

“Hubbul wathan minal iman” bukan sekadar slogan bagi warga nahdliyin, melainkan nilai hidup yang diwujudkan melalui kebersamaan, pelayanan umat, dan penghormatan terhadap tradisi keagamaan. Pelepasan jamaah haji di Megaluh menjadi salah satu cerminan nyata dari semangat tersebut.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi