SeputarDesa.com, Sidoarjo — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Pemerintah Desa Durung Bedug resmi membuka kegiatan Car Free Day (CFD) di Desa Durung Bedug, Minggu pagi. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat dan tidak hanya menjadi ruang untuk berolahraga, tetapi juga diarahkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pembukaan CFD dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana bersama jajaran pemerintah desa serta masyarakat. Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan berbagai aktivitas warga di sepanjang kawasan CFD.
Dalam sambutannya, Mimik Idayana mengapresiasi terselenggaranya CFD di Desa Durung Bedug. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk menjaga kebugaran masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Selain menjadi ruang aktivitas masyarakat, CFD juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan pemasaran produk UMKM. Pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk melengkapi legalitas usaha agar lebih mudah mengakses berbagai program pemberdayaan maupun fasilitas permodalan.
Salah satu dukungan yang disampaikan pemerintah berupa fasilitas pinjaman modal usaha dengan plafon mulai Rp5 juta hingga Rp10 juta tanpa jaminan. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat Sidoarjo mengembangkan usaha dengan persyaratan yang relatif mudah.
Pemerintah desa juga didorong untuk ikut memfasilitasi pelaku UMKM agar dapat mengakses program permodalan tersebut.
CFD Digelar Rutin Setiap Minggu
Kepala Desa Durung Bedug H.M. Ishaq mengatakan, pelaksanaan CFD telah dipersiapkan selama beberapa bulan. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai acara seremonial, melainkan menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan ini untuk mengangkat ekonomi masyarakat melalui UMKM yang ada. Persiapannya sudah beberapa bulan saya rencanakan. Alhamdulillah dengan dukungan pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten, kegiatan ini bisa terlaksana,” ujar H.M. Ishaq.
Ia memastikan CFD akan terus digelar pada pekan-pekan berikutnya. Dengan pelaksanaan secara rutin, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan memiliki ruang berkelanjutan untuk beraktivitas sekaligus memasarkan produk mereka.
“Insyaallah untuk ke depan, untuk minggu berikut-berikutnya, berlanjut terus,” katanya.
H.M. Ishaq menjelaskan, kawasan CFD membentang sekitar 900 meter hingga 1 kilometer. Untuk tahap awal, tersedia sekitar 360 stan atau lapak. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 stan diprioritaskan bagi warga setempat.
Sementara itu, pedagang dari luar Desa Durung Bedug tetap diberi kesempatan membuka lapak selama tempat yang tersedia masih mencukupi.
“Memang khususnya untuk warga sini. Tapi untuk meningkatkan sumber daya masyarakat, warga Kabupaten Sidoarjo juga tidak menutup kemungkinan masih bisa ada tempat untuk membuka lapak di Desa Durung Bedug,” jelasnya.
Iuran Pedagang untuk Kebersihan dan Keamanan
Untuk mendukung kebersihan dan keamanan selama kegiatan berlangsung, pengelola CFD memberlakukan iuran bagi para pedagang. H.M. Ishaq menyebut besaran iuran tersebut maksimal Rp5.000 setiap pelaksanaan CFD.
“Iurannya untuk kebersihan dan keamanan, kita maksimalkan Rp5.000,” ujarnya.
CFD Desa Durung Bedug dijadwalkan berlangsung setiap Minggu pagi, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Pemdes Fasilitasi Akses Permodalan UMKM
Tidak hanya menyediakan ruang berjualan, Pemerintah Desa Durung Bedug juga berupaya membantu warga yang ingin mengembangkan usaha melalui akses permodalan.
H.M. Ishaq mengatakan, pemerintah desa akan memberikan rekomendasi sekaligus memfasilitasi warga yang memiliki keinginan membuka usaha di kawasan CFD.
“Dari pemerintah desa itu memfasilitasi, merekomendasi warga yang benar-benar punya keinginan untuk membuka lapak. Kita menyiapkan pinjaman dan difasilitasi oleh desa,” ungkapnya.
Untuk mengajukan fasilitas tersebut, warga setidaknya perlu menyiapkan KTP, KK, serta izin usaha dari desa.
Menurut H.M. Ishaq, keberadaan CFD diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengembangkan usaha masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini telah memiliki produk tetapi masih menghadapi kendala dalam pemasaran.
Dorong Produk Lokal dan Potensi Pertanian
Konsep CFD di Desa Durung Bedug tidak hanya menyasar pelaku UMKM kuliner. Pemerintah desa juga ingin menjadikannya sebagai ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi lokal, termasuk produk hasil pertanian masyarakat.
Produk-produk lokal tersebut diharapkan dapat dipasarkan secara langsung kepada masyarakat yang berkunjung ke kawasan CFD.
Dengan konsep tersebut, CFD diharapkan tidak berhenti sebagai tempat olahraga mingguan. Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mempertemukan olahraga, hiburan, interaksi sosial, sekaligus kegiatan ekonomi.
Pemerintah Desa Durung Bedug juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Penataan lingkungan dan penghijauan turut menjadi perhatian agar kawasan desa semakin nyaman dan menarik bagi warga maupun pengunjung.
Melalui pelaksanaan yang rutin serta dukungan pemerintah daerah, Pemerintah Desa Durung Bedug berharap CFD dapat menjadi agenda mingguan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatkan kesehatan, memperkuat kebersamaan warga, hingga membuka peluang pertumbuhan UMKM lokal.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















