Dalam peninjauan tersebut, Wabup didampingi jajaran Dinas Kesehatan, pihak kecamatan, serta tenaga kesehatan setempat. Dari hasil observasi langsung di lapangan, fasilitas dapur dinilai telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP), mulai dari sistem pengolahan makanan hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang berfungsi optimal.
“Kondisi dapur sudah bersih dan memenuhi syarat. Tidak ditemukan potensi sarang hama seperti celah atau lubang. Ini harus dijaga secara konsisten,”
tegas Mimik saat meninjau aktivitas pengolahan makanan bersama para petugas dapur yang tampak menggunakan perlengkapan higienis seperti masker, sarung tangan, dan penutup kepala.
Selain aspek kebersihan, perhatian juga diarahkan pada sistem distribusi makanan yang dinilai telah berjalan cukup baik. Namun, pemerintah daerah mendorong penguatan sistem tersebut melalui kolaborasi dengan koperasi lokal guna meningkatkan efektivitas dan jangkauan layanan.
Sinergi ini, menurutnya, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas.
“Ke depan, kolaborasi dengan koperasi diharapkan mampu memperluas manfaat program ini bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan sidak ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memastikan kualitas layanan publik, khususnya pada program penyediaan pangan bergizi, tetap terjaga sesuai standar kesehatan dan keselamatan.
Dengan pengawasan berkala semacam ini, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa dapur SPPG tidak hanya berfungsi secara administratif, tetapi juga benar-benar menjadi garda terdepan dalam menjamin keamanan konsumsi masyarakat desa.(**)