Seputardesa.com, Maluku Barat Daya – Kekecewaan warga Desa Persiapan Oirleli, Kecamatan Kepulauan Roma, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), semakin memuncak. Pasalnya, meski telah melunasi biaya pemasangan meteran listrik sejak tahun 2025, hingga kini sejumlah rumah warga belum juga mendapatkan sambungan listrik dari pihak PLN Unit Roma.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari tokoh pemuda setempat, Onisias Salmanu. Ia mendesak PLN Roma untuk segera memberikan penjelasan resmi sekaligus kepastian terkait waktu pemasangan meteran listrik bagi warga yang telah memenuhi seluruh kewajiban administrasi dan pembayaran.
Menurut Onisias, keterlambatan yang berlangsung hingga lebih dari satu tahun itu menimbulkan keresahan dan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga merasa hak mereka sebagai pelanggan tidak kunjung dipenuhi, padahal seluruh biaya yang dipersyaratkan telah dibayarkan sejak lama.
“Masyarakat sudah membayar lunas sejak tahun 2025. Namun sampai hari ini meteran belum juga dipasang. Kami meminta PLN Roma memberikan informasi yang jelas dan terbuka kepada warga mengenai kapan pemasangan itu akan dilakukan,” tegas Onisias.
Akibat belum terpasangnya meteran listrik, sejumlah keluarga di Desa Persiapan Oirleli masih harus hidup dalam berbagai keterbatasan. Saat malam hari, rumah-rumah mereka masih bergantung pada penerangan seadanya. Untuk kebutuhan dasar seperti mengisi daya telepon genggam, menyalakan lampu, maupun menggunakan perangkat elektronik sederhana, sebagian warga terpaksa menumpang listrik di rumah kerabat atau tetangga.
Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan, terutama di tengah upaya pemerintah yang terus mendorong pemerataan akses listrik hingga ke wilayah-wilayah terpencil. Warga mempertanyakan mengapa setelah melakukan pembayaran resmi kepada PLN, mereka masih harus menunggu tanpa kejelasan kapan layanan tersebut direalisasikan.
Onisias menilai pihak PLN perlu segera menyampaikan penjelasan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi maupun kekecewaan yang semakin meluas.
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan janji, tetapi kepastian. Jika memang ada kendala teknis maupun administrasi, sampaikan secara terbuka kepada warga. Jangan sampai masyarakat yang sudah membayar justru dibiarkan menunggu tanpa kejelasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelayanan publik yang baik harus mengedepankan transparansi dan kepastian waktu, terlebih untuk kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik yang menjadi penunjang aktivitas sehari-hari.
Warga Desa Persiapan Oirleli berharap PLN Roma segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Selain menuntaskan pemasangan meteran yang telah lama tertunda, masyarakat juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait proses pelayanan agar hak-hak pelanggan dapat terpenuhi sebagaimana mestinya.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menantikan tanggapan resmi dari pihak PLN Roma terkait alasan keterlambatan pemasangan meteran listrik serta jadwal pasti realisasi pemasangan bagi pelanggan yang telah melunasi pembayaran sejak tahun 2025.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















