banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Pengajian Jumat Wage di Podoroto, Jamaah Diajak Perbanyak Istighfar dan Teladani Akhlak Rasulullah

×

Pengajian Jumat Wage di Podoroto, Jamaah Diajak Perbanyak Istighfar dan Teladani Akhlak Rasulullah

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Ustadz M. Zainur Rofiq, M.Pd.I saat menyampaikan tausiyah dalam pengajian rutin Jumat Wage dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Jombang.

SeputarDesa.com, Jombang – Majelis Dzikir Watta’lim Ngaji Bareng Jumat Wage menggelar pengajian rutin sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat malam, 4 September 2026.

Kegiatan berlangsung di halaman rumah H. Rosyidi, RT 15/RW 03, Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Acara dimulai sekitar pukul 19.30 WIB setelah salat Isya dan berlangsung dalam suasana khidmat serta penuh kebersamaan.

Pengajian menghadirkan Ustadz M. Zainur Rofiq, M.Pd.I dan Ustadzah Hj. Siti Romadhona Husna atau yang akrab disapa Neng Dhona sebagai pembicara.

Rangkaian kegiatan turut diiringi lantunan banjari dari SMK Al Ihsani Podoroto. Penampilan tersebut menambah suasana religius dalam kegiatan yang dihadiri jamaah dan masyarakat setempat.

Istighfar sebagai Jalan Introspeksi dan Memperbaiki Diri

Dalam tausiyahnya, Ustadz M. Zainur Rofiq, M.Pd.I mengingatkan jamaah mengenai pentingnya memperbanyak istighfar sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurutnya, istighfar bukan hanya diucapkan ketika seseorang merasa melakukan dosa, tetapi hendaknya menjadi amalan yang dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Istighfar bukan hanya diucapkan ketika kita merasa melakukan dosa, tetapi hendaknya menjadi amalan yang terus kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperbanyak istighfar, kita memohon ampun kepada Allah sekaligus mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan,” ujar Ustadz Zainur Rofiq.

Ia menjelaskan, istighfar juga menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan membuka jalan bagi datangnya kebaikan dalam kehidupan.

“Jangan pernah meremehkan istighfar. Bisa jadi dari istighfar yang kita ucapkan dengan ikhlas, Allah mengampuni dosa kita, memberikan ketenangan hati, memudahkan urusan dan memberikan jalan keluar dari berbagai persoalan. Karena itu, biasakan lisan kita untuk selalu beristighfar,” tambahnya.

Ustadz Zainur menekankan, memperbanyak istighfar seharusnya tidak berhenti pada ucapan, tetapi juga diikuti kesungguhan untuk meninggalkan kesalahan dan memperbaiki perilaku.

“Istighfar yang baik harus dibarengi dengan usaha memperbaiki diri. Kita memohon ampun kepada Allah, kemudian berusaha tidak mengulangi kesalahan yang sama. Itulah bagian dari keteladanan dan upaya kita menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Maulid Nabi, Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

Sementara itu, Neng Dhona mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Persit KCK Cabang XXXIII Dim 0819 Gelar Penyuluhan Kesehatan Jantung dan Pemeriksaan CKG–EKG

Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, menurutnya, perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku, termasuk menjaga kejujuran, kesabaran, kasih sayang, rendah hati serta menghormati sesama.

“Maulid Nabi bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi pengingat bagi kita untuk meneladani akhlak beliau. Bagaimana Rasulullah mengajarkan kejujuran, kesabaran, kasih sayang, rendah hati dan menghormati sesama. Nilai-nilai itulah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga maupun di tengah masyarakat,” ujar Neng Dhona.

Ia juga berharap pengajian tersebut dapat mendorong jamaah melakukan introspeksi dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Kita berharap setelah mengikuti pengajian ini ada perubahan dalam diri kita. Semakin cinta kepada Rasulullah, semakin baik akhlaknya, semakin kuat silaturahminya dan semakin dekat kepada Allah SWT,” tambahnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi jamaah untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar serta menjauhi sifat iri, dengki dan sombong yang dapat merusak hubungan antarsesama.

Baca Juga :  Satlantas Polresta Sidoarjo Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Keliling 24 Jam Selama 17 Hari Non Stop

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus menerapkan nilai-nilai akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua panitia, Huji, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah dan masyarakat yang telah hadir serta mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah dan masyarakat yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini. Semoga pengajian rutin Jumat Wage dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini membawa keberkahan serta menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan keimanan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Huji.

Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi sarana menambah wawasan keagamaan, pengajian tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga serta meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi