SeputarDesa.com, Jombang – Lantunan shalawat menggema di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jumat malam (4/9/2026). Suasana religius semakin terasa saat grup banjari SMK Al Ihsani Podoroto tampil dalam pengajian rutin Jumat Wage sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Penampilan para pelajar SMK Al Ihsani menjadi salah satu perhatian jamaah yang hadir di halaman rumah H. Rosyidi, RT 15/RW 03. Dengan membawakan lantunan shalawat dan musik banjari, para siswa menunjukkan kemampuan seni Islami sekaligus mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan masyarakat.
Kehadiran grup banjari tersebut tidak sekadar menjadi pengisi acara. Keterlibatan pelajar dalam kegiatan keagamaan menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap shalawat, seni Islami dan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Bagi para pelajar, tampil di tengah masyarakat juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan bakat, melatih kepercayaan diri serta membangun kepedulian terhadap kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar.
Bagian dari Pembinaan Generasi Muda
SMK Al Ihsani Podoroto merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Ihsani, yang diketuai Rifky Arif, S.T.
YPI Al Ihsani menaungi sejumlah jenjang pendidikan, mulai PAUD, RA, MI, SMP hingga SMK. Sementara SMK Al Ihsani Podoroto dipimpin oleh Sripatun, S.E. selaku kepala sekolah.
Keberadaan kegiatan banjari di lingkungan sekolah menjadi salah satu wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat sekaligus memperkuat pembinaan karakter melalui kegiatan bernuansa keagamaan.
Dalam kegiatan tersebut, penampilan banjari SMK Al Ihsani menjadi bagian yang menyatukan unsur pendidikan dan kehidupan masyarakat. Para siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mendapat pengalaman tampil dan berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di lingkungan mereka.
Diiringi Pesan Keagamaan
Pengajian rutin yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB setelah salat Isya tersebut juga menghadirkan Ustadz M. Zainur Rofiq, M.Pd.I dan Ustadzah Hj. Siti Romadhona Husna atau Neng Dhona sebagai pembicara.
Ustadz Zainur Rofiq dalam tausiyahnya mengingatkan jamaah mengenai pentingnya memperbanyak istighfar.
“Istighfar bukan hanya diucapkan ketika kita merasa melakukan dosa, tetapi hendaknya menjadi amalan yang terus kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperbanyak istighfar, kita memohon ampun kepada Allah sekaligus mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan,” ujar Ustadz Zainur Rofiq.
Sementara Neng Dhona mengajak jamaah menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi pengingat bagi kita untuk meneladani akhlak beliau. Bagaimana Rasulullah mengajarkan kejujuran, kesabaran, kasih sayang, rendah hati dan menghormati sesama,” ujar Neng Dhona.
Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, lantunan shalawat dari banjari SMK Al Ihsani menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki ruang penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan di masyarakat.
Penampilan para siswa sekaligus memberikan warna tersendiri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Podoroto, sekaligus memperlihatkan bahwa seni Islami dapat menjadi media pembelajaran, dakwah dan penguatan karakter generasi muda.
(Redaksi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















