SeputarDesa.com, Jombang – Kompetisi Liga Unit 2026 Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, Kabupaten Jombang, resmi mencapai puncaknya pada Sabtu (24/10/2026) sore. Dalam rangkaian penyerahan trofi, KH Rohmatul Akbar Rifa’i, ST., yang akrab disapa Gus Bang, menyerahkan trofi juara ketiga kepada tim MAN 2 Darul Ulum.
Sementara itu, gelar juara pertama berhasil diraih SMA DU 2 setelah menaklukkan SMA DU 1 dengan skor 2-0 pada partai final. Pertandingan berlangsung sengit di lapangan Pondok Pesantren Darul Ulum, tepatnya di belakang MAN 2 Darul Ulum Peterongan.
Ribuan pendukung dari kalangan santri dan santriwati memadati area pertandingan untuk memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing. Suasana kompetisi berlangsung meriah, diwarnai sorak-sorai para pendukung yang menyaksikan perjuangan kedua tim di lapangan.
SMA DU 2 membuka keunggulan melalui gol Adrian pada menit ke-19 babak pertama. Memasuki babak kedua, Matew berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-56. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, sekaligus memastikan SMA DU 2 keluar sebagai juara pertama Liga Unit 2026.
Sejumlah tokoh turut hadir menyaksikan pertandingan final tersebut, di antaranya Gus Bang, Gus Edo, Gus Awis, Gus Iqbal, dan Gus Ufik. Hadir pula unsur TNI-Polri, petugas keamanan, serta para guru dari berbagai unit pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum.
Usai pertandingan, penyerahan trofi menjadi salah satu momen penting dalam penutupan kompetisi. Gus Bang menyerahkan trofi juara ketiga kepada MAN 2 Darul Ulum. Trofi juara kedua untuk SMA DU 1 diserahkan langsung oleh Zulfikar As’ad, MMT, sedangkan trofi juara pertama untuk SMA DU 2 diserahkan oleh Gus Iqbal.
Perayaan kemenangan SMA DU 2 berlangsung penuh kegembiraan. Para pendukung merayakan keberhasilan tim dengan sorakan dan pelukan, disertai tangis haru setelah tim kesayangan mereka berhasil membawa pulang trofi juara.
Liga Unit 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara antarsatuan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum. Kompetisi ini juga menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan olahraga, membangun kebersamaan, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas dan solidaritas.
Melalui kompetisi tersebut, semangat persaudaraan di lingkungan pesantren diharapkan terus terjaga, seiring dengan upaya membentuk generasi santri yang sehat, disiplin, dan mampu menjunjung tinggi sportivitas, baik di dalam maupun di luar lapangan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















