banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Pemerintahan

Sidoarjo Tembus 10 Besar Nasional Pengelolaan Sampah, Sabet Sertifikat Menuju Kota Bersih!

×

Sidoarjo Tembus 10 Besar Nasional Pengelolaan Sampah, Sabet Sertifikat Menuju Kota Bersih!

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sidoarjo – Prestasi membanggakan diukir Kabupaten Sidoarjo di tingkat nasional dalam hal penanganan lingkungan. Dari total 514 kabupaten/kota se-Indonesia, Sidoarjo sukses masuk dalam jajaran 35 daerah penerima Sertifikat Menuju Kota Bersih tahun 2025, bahkan menembus posisi 10 besar. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berdasarkan hasil penilaian kinerja pengelolaan sampah sepanjang tahun 2025. Plakat penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta, Rabu (25/2).

Baca Juga :  KEDAULATAN DALAM BINGKAI: Saat Pupuk dan Informasi Menyatu Menguatkan Indonesia

Penilaian Ketat Hingga ke “Dapur” dan Sungai

Menteri LH, Hanif Faisol, menegaskan bahwa standar penilaian tahun ini sangat ketat dan tidak hanya melihat keindahan fisik di jalan protokol saja. Tim penilai melakukan pengecekan mendalam hingga ke bagian belakang wilayah. “Kita tidak menilai di mukanya kota atau mukanya kabupaten, kita langsung di belakangnya, di dapur, sungai, dan seterusnya,” ujar Hanif Faisol. Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada daerah yang meraih predikat tertinggi seperti Adipura Kencana, sehingga sertifikasi ini merupakan pencapaian tertinggi yang diberikan kepada daerah-daerah terbaik.

Hasil Kerja Keras Warga dan Program Jumat Bersih

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyatakan rasa bangganya atas capaian ini dan menyebutnya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan. Menurutnya, kunci keberhasilan ini adalah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Beberapa faktor kunci yang membuat Sidoarjo unggul antara lain:

Edukasi Pemilahan: Penguatan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya atau skala rumah tangga.

Baca Juga :  Kejari Demak Ikuti Rakornas Jaga Desa, Siap Bentuk Tim Penilai Lomba Sambut Hari Desa Nasional 2026

Partisipasi Aktif: Meningkatnya keterlibatan masyarakat melalui program seperti Jumat Bersih.

Dukungan Anggaran: Porsi anggaran pengelolaan sampah yang minimal mencapai 3% dari total APBD menjadi bobot besar dalam penilaian tahun ini.

Gerakan ASRI: Keselarasan program daerah dengan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas pusBupati berharap prestasi ini mendorong perubahan perilaku masyarakat secara luas agar lebih konsisten dalam mengelola limbah rumah tangga dan memanfaatkan kembali material yang masih bernilai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa