SeputarDesa.com, Jombang – Warga Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang kembali menghidupkan malam 1 Syawal 1447 Hijriah dengan menggelar takbir keliling yang dikemas dalam bentuk festival, Jumat malam (20/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi turun-temurun yang telah berlangsung sejak sekitar tahun 1972.
Sekretaris Remaja Masjid Jami’ Darussalam, Nuruddin Suryanulloh atau Surya, menjelaskan bahwa takbir keliling merupakan agenda tahunan yang terus dijaga eksistensinya oleh masyarakat setempat. Dari awalnya hanya diikuti 7 mushalla dari tiga dusun, kini kegiatan tersebut berkembang pesat dengan melibatkan 14 mushalla dan 2 masjid dari empat dusun, yakni Dusun Jombatan 1, Jombatan 2, Jombatan 3, dan Pulokunci.
“Pelaksanaan tetap mempertahankan konsep awal, yaitu berjalan kaki sambil mengumandangkan takbir mengelilingi wilayah desa. Ini menjadi ciri khas yang terus kami jaga,” ujar Surya.
Ia menegaskan, di tengah tren penggunaan sound horeg dalam takbir keliling di berbagai daerah, warga Jombatan justru memilih mempertahankan nilai kesederhanaan dan kekhusyukan. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan pengeras suara corong sederhana tanpa efek bass, serta melantunkan takbir secara langsung tanpa bantuan rekaman.
Selain itu, panitia juga menetapkan aturan ketat demi menjaga esensi kegiatan. Peserta dilarang berjoget atau melakukan aksi yang tidak sesuai dengan nilai religius. Takbir harus dilantunkan secara serempak oleh peserta yang berjalan.
“Jika ada peserta yang melanggar tata tertib atau petunjuk teknis, maka akan didiskualifikasi, termasuk jika sebelumnya masuk dalam kategori juara,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Zanuwar Akbar Maulana atau Akbar, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini secara resmi dikemas sebagai festival takbir keliling yang bersifat kompetitif. Setiap kelompok peserta dari mushalla dan masjid akan dinilai oleh dewan juri berdasarkan empat aspek utama, yaitu properti atau hiasan, kekompakan pelafalan takbir, kerapian barisan, serta kreativitas.
“Festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana syiar Islam dan mempererat kebersamaan antarjamaah,” jelas Akbar.
Panitia telah menyiapkan total hadiah berupa uang pembinaan dan sertifikat bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh Rp1,5 juta, juara kedua Rp1,25 juta, dan juara ketiga Rp1 juta. Selain itu, terdapat dua doorprize untuk masing-masing mushalla atau masjid yang berpartisipasi sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta.
Dari sisi teknis pelaksanaan, rute takbir keliling tahun ini mencapai sekitar 2,7 kilometer, lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Peserta akan memulai perjalanan dari titik start yang telah ditentukan dan mengelilingi kawasan empat dusun sebelum kembali ke lokasi akhir.
Acara dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB dengan pengamanan serta pengawasan dari panitia guna memastikan ketertiban dan kelancaran kegiatan.
Melalui festival ini, masyarakat Desa Jombatan tidak hanya merayakan malam kemenangan Idulfitri, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam menjaga tradisi religius yang sarat nilai kebersamaan, disiplin, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com
















