banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaKesehatan

Pemkab Cirebon Gratiskan Penanganan Campak di RSUD, Bupati: Warga Tanpa BPJS Harus Tetap Dilayani

×

Pemkab Cirebon Gratiskan Penanganan Campak di RSUD, Bupati: Warga Tanpa BPJS Harus Tetap Dilayani

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan layanan penanganan kasus campak dapat diakses secara gratis di seluruh rumah sakit milik pemerintah daerah. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh warga, termasuk masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, pemerintah daerah menjamin masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis tanpa harus khawatir soal biaya perawatan.

“Yang belum memiliki BPJS Kesehatan, tetap akan dilayani. Yang penting, segera memeriksakan diri agar bisa ditangani lebih cepat,” kata Imron, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga :  Dinilai Layak, Pengurus Pusat ABPEDNAS Mandatkan Ali Maskun sebagai Ketua ABPEDNAS Kabupaten Demak

Imron mengatakan, kebijakan tersebut diambil seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak, terutama pada masa peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Menurutnya, perubahan cuaca yang tidak menentu dapat memicu gangguan kesehatan dan meningkatkan risiko penularan penyakit.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit di tengah situasi tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon bersama seluruh puskesmas diminta memperkuat pemantauan serta penanganan kasus di lapangan. Langkah tersebut mencakup deteksi dini, penanganan pasien, hingga edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penularan.

Baca Juga :  Bupati Kuningan Buka Kejuaraan Pencak Silat Jawara Cup III

“Petugas kesehatan kami dorong lebih aktif melakukan pemantauan, memberikan perawatan, sekaligus mengedukasi masyarakat agar penyebaran bisa ditekan,” kata Imron.

Selain pengobatan, Pemkab Cirebon juga terus menggencarkan upaya pencegahan melalui peningkatan cakupan imunisasi. Imron mengakui masih ada sebagian masyarakat yang menolak vaksinasi, sehingga pendekatan edukatif perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni menyebutkan, saat ini terdapat 119 kasus suspek campak yang ditemukan di empat kecamatan, dengan 23 kasus terkonfirmasi positif.

Baca Juga :  Adzan Pitu, Tradisi Unik Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon Sejak Era Sunan Gunung Jati

Ia merinci, kasus suspek campak tersebut tersebar di Kecamatan Mundu sebanyak 29 kasus, Kecamatan Sumber 24 kasus, Kecamatan Greged 33 kasus, serta Kecamatan Ciwaringin 33 kasus.

“Kami memastikan hingga saat ini tidak ada laporan kematian akibat campak di Kabupaten Cirebon,” kata Eni.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi