banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Peristiwa

BLACKOUT SUMATRA: Gangguan Transmisi 275 kV Linggau–Lahat Picu Pemadaman Massal di Sejumlah Provinsi

×

BLACKOUT SUMATRA: Gangguan Transmisi 275 kV Linggau–Lahat Picu Pemadaman Massal di Sejumlah Provinsi

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com – Labuhanbatu, Pemadaman listrik massal melanda sebagian besar wilayah Pulau Sumatra pada Jumat malam, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu selama berjam-jam. Gangguan dimulai sekitar pukul 18.44 WIB dan baru berangsur pulih hingga sekitar pukul 03.00 dini hari.

Sejumlah provinsi terdampak antara lain Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, Riau, hingga Sumatra Barat. Blackout berskala besar ini membuat aktivitas warga lumpuh, jaringan komunikasi mengalami gangguan, dan berbagai fasilitas publik harus mengandalkan genset darurat untuk menjaga operasional tetap berjalan.

Menurut informasi yang dihimpun dari pihak PT PLN (Persero), gangguan utama terjadi pada sistem transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 275 kV di koridor Linggau–Lahat, yang merupakan salah satu tulang punggung interkoneksi kelistrikan Sumatra.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi Sejak Sabtu Siang Picu Banjir di Desa Pojok Klitih, Plandaan

Jalur transmisi tersebut berperan penting dalam menyalurkan dan menyeimbangkan pasokan daya antarwilayah di Sumatra. Saat gangguan terjadi, sistem mengalami ketidakseimbangan beban secara mendadak. Sistem proteksi otomatis kemudian bekerja dengan melakukan pemutusan aliran listrik (trip) di sejumlah titik untuk mencegah kerusakan yang lebih luas pada pembangkit dan jaringan utama.

Akibatnya, terjadi efek domino yang menyebabkan blackout meluas hampir di seluruh sistem interkoneksi Sumatra.

Investigasi awal tim teknis menemukan indikasi gangguan di lapangan, termasuk adanya komponen jumperan transmisi yang terputus serta jarak aman jaringan yang berdekatan dengan vegetasi atau pepohonan. Namun, pihak PLN menegaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab utama gangguan tersebut.

Baca Juga :  Kades Buncitan Ditemukan Meninggal di Balai Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan

Dalam proses pemulihan, PLN melakukan penormalan sistem secara bertahap. Proses ini tidak dapat dilakukan secara instan karena memerlukan sinkronisasi antar pembangkit dan gardu induk untuk menjaga stabilitas jaringan.

Manajemen PLN memperkirakan proses pemulihan membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 10 jam sejak awal gangguan terjadi. Ratusan petugas telah dikerahkan ke berbagai gardu induk untuk mempercepat proses pemulihan dan menjaga kestabilan sistem agar tidak terjadi gangguan lanjutan.

Hingga dini hari, aliran listrik di sejumlah wilayah mulai kembali normal secara bertahap, sementara proses pemulihan dan pemantauan sistem interkoneksi Sumatra masih terus dilakukan.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi