SeputarDesa.com, Sumenep – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mengajak para pengusaha rokok dan tembakau di Madura untuk menyerap seluruh hasil panen tembakau petani dengan harga yang layak. Upaya tersebut dinilai penting sebagai langkah menjaga keberlangsungan ekonomi petani sekaligus mempertahankan kualitas tembakau khas Madura yang selama ini menjadi komoditas unggulan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua PCNU Sumenep, KH Md Widadi Rahim, saat menghadiri agenda silaturahim bersama sejumlah pengusaha tembakau di Pondok Pesantren Al-Is’af Kallabaan, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Kamis (24/7/2026).
Menurut KH Widadi Rahim, tembakau merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Sumenep. Oleh karena itu, seluruh hasil panen petani harus mendapat kepastian pasar agar tidak ada hasil produksi yang terbuang maupun merugikan petani.
“PCNU Sumenep sangat berharap pengusaha rokok dan tembakau mau menyerap semua hasil panen petani kita. Jangan sampai ada tembakau petani yang tidak laku,” tegasnya.
Ia menilai sinergi antara petani, pengusaha, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan tata niaga tembakau yang sehat. Selain memberikan kepastian pembelian, harga yang diterima petani juga harus mampu memberikan keuntungan yang layak sehingga semangat bertani tetap terjaga.
Pertemuan tersebut dihadiri KH A Maimun Syamsuddin dari Aswaja Center PCNU Sumenep, Wakil Ketua PCNU Sumenep KH M Hosnan Nafi’, pengusaha rokok H Mukmin, serta pengusaha tembakau yang juga Kepala Desa Guluk-Guluk, M Wail.
Dalam kesempatan itu, PCNU Sumenep menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi musyawarah yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, dan tokoh masyarakat guna merumuskan langkah bersama dalam memperkuat sektor pertembakauan di Madura.
“Tujuannya satu, menyelamatkan tembakau Sumenep dan memakmurkan petani. Ini harus menjadi gerakan bersama,” ujar KH Widadi.
Selain persoalan pemasaran, forum tersebut juga menghasilkan kesepahaman mengenai pentingnya mengembalikan karakter dan kualitas khas tembakau Madura sebagai produk unggulan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan petani harus berjalan seiring dengan penguatan kemitraan yang saling menguntungkan antara petani, pengusaha, dan pemerintah.
PCNU Sumenep berharap pertemuan tersebut menjadi awal lahirnya langkah-langkah konkret dalam memperkuat tata niaga tembakau, menjaga mutu produksi, serta meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
Sementara itu, pengusaha rokok asal Sumenep, H Mukmin, menekankan bahwa peningkatan kualitas tembakau harus dimulai sejak proses budidaya hingga pascapanen. Menurutnya, kualitas menjadi faktor utama agar tembakau Madura mampu bersaing di pasar dan memiliki nilai jual yang tinggi.
“Petani perlu menjaga standar mutu, mulai dari menyiram, memetik pucuk, mengendalikan hama, hingga proses merajah dan packing. Kalau kualitas terjaga, harga juga akan pantas,” ujar H Mukmin.
Dengan adanya komitmen bersama antara organisasi keagamaan, pelaku usaha, pemerintah, dan petani, diharapkan sektor pertembakauan di Kabupaten Sumenep semakin kuat, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada komoditas tembakau.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















