SeputarDesa.com, Jombang – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, berlangsung meriah. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) bersama badan otonom (Banom) NU se-Desa Jombatan menggelar Apel Hari Santri yang dirangkai dengan drama kolosal perjuangan Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dipusatkan di Dam Karet Indah (DKI), Dusun Pulokunci, Desa Jombatan. Acara diikuti jajaran pengurus NU, para santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), guru TPQ se-Desa Jombatan, serta masyarakat setempat.
Puncak Gebyar Santri Jombatan 2026 menjadi perhatian ketika para santri NU Jombatan menampilkan drama kolosal bertajuk “Penculikan Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari oleh Tentara Jepang”. Pementasan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sejarah perjuangan ulama kepada generasi muda melalui pertunjukan yang edukatif dan menarik.

Drama kolosal tersebut mengangkat kisah perjuangan ulama dalam menghadapi tekanan pada masa penjajahan. Melalui pementasan ini, para santri diajak memahami nilai keberanian, pengorbanan, keteguhan prinsip, serta semangat perjuangan yang diwariskan para ulama dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Tak sekadar menjadi hiburan, pertunjukan tersebut juga menyampaikan pesan penting tentang perlunya menjaga ingatan sejarah dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para ulama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ketua NU Ranting Jombatan, Kyai Habiburrohman, mengatakan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri sekaligus menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi penerus.
“Peringatan Hari Santri Nasional ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui Apel Hari Santri dan drama kolosal ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, serta kecintaan terhadap Tanah Air kepada generasi muda, khususnya para santri di Desa Jombatan,” ujarnya.

Ia berharap Gebyar Santri Jombatan 2026 dapat mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan warga nahdliyin, serta meningkatkan semangat para santri dalam mengamalkan ajaran Islam, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rais Syuriah NU Ranting Jombatan, KH. Musta’in Yasin; Ketua Tanfidziyah MWC NU Kesamben, H. Maksun; serta Katib Syuriah MWC NU Kesamben, H. M. Setu. Hadir pula jajaran pengurus NU dan Banom NU se-Desa Jombatan, para guru dan santri TPQ, serta masyarakat sekitar.
Penyelenggaraan Apel Hari Santri dan Gebyar Santri Jombatan 2026 menjadi wujud komitmen warga nahdliyin dalam merawat tradisi keislaman sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan kepada generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, semangat religiusitas, nasionalisme, dan kecintaan terhadap Tanah Air diharapkan semakin tumbuh di kalangan santri dan masyarakat. Perjuangan santri tidak hanya dikenang melalui sejarah, tetapi juga perlu diwujudkan dalam pengabdian, pendidikan, pembentukan akhlak, serta kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Peringatan Hari Santri Nasional di Desa Jombatan pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi momentum untuk terus menjaga tradisi keilmuan, merawat persatuan, dan meneruskan perjuangan para ulama demi kemajuan bangsa.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















