banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Berita

Atasi Banjir Tahunan di Tanggulangin dan Candi, Pemkab Sidoarjo Gandeng BNPB untuk Solusi Permanen

×

Atasi Banjir Tahunan di Tanggulangin dan Candi, Pemkab Sidoarjo Gandeng BNPB untuk Solusi Permanen

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus bergerak cepat menangani persoalan banjir tahunan yang kerap melanda wilayah dataran rendah, terutama di Desa Kedungbanteng (Kecamatan Tanggulangin) dan Desa Kedungpeluk (Kecamatan Candi). Langkah ini diperkuat melalui audiensi langsung antara Bupati Sidoarjo, Subandi, dengan Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Sidoarjo sebagai Daerah Delta yang Rawan

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Subandi memaparkan bahwa kondisi geografis Sidoarjo sebagai daerah delta menjadikannya sangat rentan tergenang air karena berada di titik pertemuan aliran sungai dan laut. Mengingat kebijakan efisiensi anggaran daerah, keterlibatan pemerintah pusat melalui BNPB menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan infrastruktur pengendali banjir.

“Agenda banjir di Desa Kedungbanteng ini adalah tahunan. Solusi ini harus kita selesaikan bersama antara BNPB, provinsi, dan daerah agar penanganannya lebih terarah dan berkelanjutan,” tegas Subandi.

Rencana Strategis dan Kebutuhan Teknis

Baca Juga :  Pemkab Sidoarjo Gelar Buka Bersama di Pendopo Delta Wibawa, Tausiyah KH Zainal Abidin Ingatkan Tiga Ciri Orang Bertakwa

Berdasarkan pemaparan dari BPBD Sidoarjo dan Dinas PUBMSDA, terdapat beberapa titik lemah yang perlu segera ditingkatkan kapasitasnya, mulai dari saluran air hingga kinerja rumah pompa. Untuk itu, Pemkab Sidoarjo telah mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp209,5 miliar kepada BNPB guna mendukung berbagai program prioritas, antara lain:

  • Normalisasi Sungai Bagebug: Rp15 miliar.

  • Perbaikan Pompa Kedungcangkring: Rp35 miliar.

  • Penambahan Pompa: Di wilayah Penatarsewu dan Kedungbanteng senilai Rp15 miliar.

  • Peningkatan 37 Unit Pompa & Pengadaan Pompa Portable: Kapasitas 250 liter per detik senilai Rp134 miliar.

  • Peningkatan Saluran Gedangrowo: Rp5,5 miliar.

  • Sarana Prasarana Kendaraan Bencana: Rp5 miliar.

Baca Juga :  Peringati Hari Santri 2025, Wabup Sidoarjo dan Seluruh ASN Gelar Tabligh Akbar di Masjid Agung

Respons Positif dari Pusat

Audiensi tersebut membuahkan hasil positif. Pihak BNPB meminta BPBD Sidoarjo melakukan mapping menyeluruh agar bantuan yang akan dikucurkan tepat sasaran. Sebagai tindak lanjut teknis, Kalaksa BPBD Sidoarjo diminta tetap berada di Jakarta untuk mendalami detail penanganan yang disarankan oleh BNPB.

“Alhamdulillah, kami diterima dengan baik dan dicarikan solusi. Kami berharap kolaborasi ini dapat segera mewujudkan tata kota yang lebih baik, terutama dalam memberikan rasa aman bagi warga desa dari ancaman banjir,” pungkas Subandi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi