banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaBudaya

Bangunan Tua Pengguron Pegajahan Cirebon Diduga Obyek Cagar Budaya

×

Bangunan Tua Pengguron Pegajahan Cirebon Diduga Obyek Cagar Budaya

Sebarkan artikel ini

SEPUTARDESA.COM, CIREBON – Keberadaan Bangunan Tua Pengguron Tarekat Agama Islam Pegajahan yang berlokasi di Jl. Pegajahan Utara, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon, dikenal sebagai tempat bersejarah yang kental dengan warisan ilmu para bangsawan Cirebon, ini menjadi perhatian para akademisi dan masyarakat karena diduga memiliki nilai sejarah tinggi dan berpotensi sebagai obyek cagar budaya.

Bangunan pengguron ini diperkirakan dibangun pada abad ke-18 oleh Pangeran Cerbon. Dalam perjalanan sejarahnya, bangunan tersebut juga pernah digunakan sebagai rumah dinas Kepala Kantor Pos Cirebon pada masa kolonial Belanda.

Tokoh Pengguron Pegajahan Cirebon, Pangeran Bagus Chandra Kusuma Ningrat, menegaskan bahwa pengguron ini bukan hanya bangunan tua, melainkan pusat pembinaan spiritual yang masih aktif hingga kini.

“Pengguron ini bukan sekadar bangunan tua, tetapi warisan sejarah sekaligus warisan perjuangan dakwah para leluhur. Dari sini ajaran tarekat dan nilai keislaman terus diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, pengguron ini memiliki akar kuat dari Pengguron Kaprabonan, menurut kitab Petarekan yang berhuruf arab Jawa Cirebon tertulis bahwasannya pendiri awal adalah Kanjeng Pangeran Syekh Muhammad Nurullah Akbarudin Pangeran Mohamad Arifudin Purbaningrat, yang merupakan mursyid penerus dari Pangeran A.Adikusuma Syekh Badridin Putra Pangeran Syekh Muhammad Nurullah Habibbudin Pangeran Adikusma Adiningrat Kanjeng Raden Raja Kaprabonan VI Pengguron Kaprabonan. Pada tahun 1949 M, pengguron berpindah dan menetap di Pegajahan hingga dikenal sebagai Pengguron Pegajahan.

Baca Juga :  KPPIK: Kehadiran PT SCM di Routa Simbol Kemajuan dan Penghormatan Adat

Kepemimpinan pengguron kemudian diteruskan pada tahun 1977 M oleh Pangeran Syekh Muhammad Nurullah Makmurudin Pangeran Muhammad Nurbuwat Purbaningrat, yang hingga 2026 masih menjadi tokoh sentral pengguron dan keraton di cirebon di usia 82 tahun.

“Syekh Makmurudin atau disebut dalam bahasa Cirebon Rama Guru adalah penjaga tradisi pengguron. Karena usia beliau sudah sepuh, sejak 2021 kepengurusan mulai diserahkan kepada sang putra Pangeran Bagus Chandra Kusuma Ningrat untuk melanjutkannya.

Pengguron Pegajahan Cirebon juga tercatat resmi dalam pakem Departemen Agama Republik Indonesia, terdaftar sejak Ijinan Pemerintah 25.04.1950 No.74.P. 50 berdasarkan Negara Pancasila dan kembali tercatat pada 1977 M, sebagai bukti pengakuan legalitas lembaga tersebut.

Baca Juga :  Ajang Kreatif ACTION III 2026 Resmi dibuka Wakil Bupati Kuningan

Berdasarkan data terakhir per Desember 2025, jumlah jama’ah yang terdata mencapai 4.479 orang, menandakan eksistensi pengguron masih terus berkembang. Selain kegiatan keagamaan, pengguron ini juga rutin menggelar tradisi budaya seperti Qodiran Kliwonan, Rajaban, Suraan, Safaran, Rebo Wekasanan, Syawalan, Rayagungan, Muludan, hingga pelatihan Langgam Sholawat Cirebonan.

“Kami berharap bangunan ini bisa mendapatkan perhatian sebagai situs bersejarah. Jika memang memenuhi kriteria cagar budaya, tentu kami mendukung agar bisa dilestarikan, karena ini bagian dari identitas Cirebon,” pungkasnya.

Dengan nilai sejarah, kondisi fisik bangunan yang masih terjaga, serta peran spiritual dan budaya yang kuat sejak abad ke-18, Pengguron Pegajahan dinilai layak mendapat perhatian lebih sebagai bangunan bersejarah yang diduga memenuhi kriteria cagar budaya di Kota Cirebon.(**)

Baca Juga :  Turun ke Sungai, TMMD Ke-127 Bersihkan Sampah Demi Warga Wonosari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa