SeputarDesa.com, Jombang – Semangat khidmat kepada ulama serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kembali diteguhkan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Megaluh, Sabtu malam (25/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor MWCNU Megaluh ini berjalan khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan. Ratusan kader GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), serta warga Nahdliyin tampak hadir memadati lokasi acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tasyakuran, dilanjutkan pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta ditutup dengan pengajian umum yang sarat pesan keislaman dan kebangsaan.
Merawat Tradisi, Menguatkan Ideologi Aswaja
Ketua PAC GP Ansor Megaluh dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan harlah tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat konsolidasi kader dalam merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah.
“Ansor harus tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga ulama, mempertahankan nilai-nilai keislaman moderat, serta mengawal keutuhan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, kader Ansor dituntut tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kematangan spiritual dan intelektual.
Ansor sebagai Benteng Ulama dan Bangsa
Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh Ustadz Salim Azhar dari Sudimoro. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya peran strategis kader Ansor dalam menjaga harmoni sosial sekaligus melanjutkan dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Kader Ansor harus satu komando, patuh kepada ulama, serta terus meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Ansor dan Banser memiliki tanggung jawab moral sebagai benteng ulama sekaligus penjaga ideologi kebangsaan yang berlandaskan Pancasila.
Mempererat Ukhuwah Nahdliyah
Suasana semakin hangat saat lantunan sholawat menggema, memperkuat ikatan spiritual dan ukhuwah di antara warga Nahdliyin. Momentum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi serta penguatan solidaritas kader di tingkat akar rumput.
Mengusung tema “Rijalul Ansor: Harlah 92 GP Ansor”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader militan yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ke-NU-an, keislaman, dan kebangsaan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com
















