SeputarDesa.com, Jombang – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jombang selama tiga hari berturut-turut menyebabkan banjir di Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben. Genangan air melanda sejumlah permukiman warga, terutama di Dusun Sambigelar yang menjadi wilayah paling terdampak.
Berdasarkan keterangan warga, sekitar 20 rumah di dusun tersebut terendam air dengan ketinggian antara 30 hingga 60 sentimeter. Sejumlah warga terpaksa memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

Salah satu warga yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa banjir sudah menjadi kejadian yang berulang setiap musim hujan.
“Daerah sini memang langganan banjir, Mas. Selain karena hujan terus-menerus, saluran air sekunder di sekitar sini juga kurang dalam, jadi air cepat meluap,” ujarnya.
Selain curah hujan tinggi, faktor pendangkalan saluran air sekunder diduga menjadi penyebab utama meluapnya air ke pemukiman. Warga berharap agar pemerintah segera melakukan normalisasi saluran agar banjir tidak kembali terjadi.
Menanggapi kondisi tersebut, Puskesmas dan Pemerintah Desa (Pemdes) Pojokkulon diharapkan terus memantau kondisi kesehatan warga setempat, terutama bagi balita dan lansia yang rawan terkena penyakit pascabanjir seperti diare, ISPA, dan infeksi kulit.
Pihak desa juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar untuk mencegah timbulnya penyakit.
Hingga Kamis (13/11), hujan dengan intensitas ringan masih mengguyur sebagian wilayah Kesamben. Warga berharap penanganan saluran air dapat segera dilakukan agar banjir tahunan ini tidak terus berulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














