banner 970x250
BeritaDaerah

Kecelakaan di Jalan Menurun Bulluwan Karangpenang: Polisi Tidur Baru Diduga Jadi Penyebab, Korban Berdarah-darah Hendak Salat Subuh

×

Kecelakaan di Jalan Menurun Bulluwan Karangpenang: Polisi Tidur Baru Diduga Jadi Penyebab, Korban Berdarah-darah Hendak Salat Subuh

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com_Karangpenang, Sebuah kecelakaan tragis menimpa seorang pria di kawasan Bulluwan, Karangpenang, pada Jumat (31/10) dini hari. Korban yang diketahui hendak melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid mengalami luka parah dan berlumuran darah setelah terjatuh dari kendaraannya. Insiden ini terjadi di ruas jalan raya Karangpenang yang kondisinya agak menurun, tempat di mana warga setempat menuding keberadaan polisi tidur (speed bump) yang baru dipasang sebagai pemicu utama kecelakaan.

Menurut informasi yang beredar, korban terjatuh setelah kendaraannya menghantam polisi tidur yang dipasang berdekatan di lokasi tersebut. Dalam sebuah foto yang beredar, korban tampak terduduk dengan darah mengucur dari area wajah dan mulutnya, serta menodai pakaian putih yang dikenakannya. Kondisi ini menunjukkan tingkat keparahan benturan yang dialami korban akibat insiden nahas saat subuh itu.

Baca Juga :  Inspektorat Kabupaten Jombang Akan Panggil 15 Desa, Tegaskan Tindak Lanjut Audit Keuangan Desa 2025

Kecelakaan ini diduga kuat disebabkan oleh pemasangan dua buah polisi tidur yang posisinya berada tepat di jalan menurun. Kombinasi antara kontur jalan yang menurun dan polisi tidur yang mungkin tidak terstandarisasi atau kurang terlihat, membuat pengguna jalan, terutama yang melintas dalam kondisi gelap menjelang subuh, rentan mengalami hilang kendali. Faktor ini membuat keberadaan polisi tidur tersebut menjadi sangat berbahaya dan dikeluhkan.

Yang menjadi sorotan adalah fakta bahwa polisi tidur tersebut dikabarkan belum genap satu minggu dibangun atau dipasang. Pemasangan yang relatif baru ini menimbulkan pertanyaan besar terkait perizinan, standar keselamatan, serta evaluasi dampak terhadap pengguna jalan. Keberadaannya yang “dadakan” di jalan menurun dinilai sangat berisiko tinggi bagi keselamatan pengendara.

Baca Juga :  Pastikan Kesiapan Pengamanan Jelang Nataru, Kodim Grobogan Laksanakan Apel Siaga

Kecelakaan yang dialami pria yang hendak salat subuh ini ternyata bukanlah yang pertama. Menurut kesaksian Sofyan, salah seorang warga setempat, dalam kurun waktu kurang dari satu minggu sejak polisi tidur itu ada, sudah tercatat tiga insiden kecelakaan yang terjadi di titik yang sama. Data ini menggarisbawahi urgensi penanganan masalah tersebut karena telah menimbulkan korban berulang kali.

Sofyan, sebagai perwakilan dari warga yang merasa terganggu, menyatakan kekecewaannya. “Polisi tidur itu sangat mengganggu pengguna jalan raya, apalagi jalannya menurun,” tegasnya. Warga merasa khawatir insiden serupa akan terus berulang dan menimbulkan korban jiwa jika tidak segera ada tindakan. “Diharapkan dibongkar agar tidak kejadian lagi,” tambah Sofyan, menyuarakan permintaan mayoritas pengguna jalan dan warga setempat.

Baca Juga :  Menelusuri Ragam Sate di Surabaya, dari Legendaris hingga Sajian Khas

Masyarakat mendesak pihak berwenang, baik dari dinas terkait maupun aparat desa, untuk segera meninjau ulang dan membongkar dua polisi tidur yang terbukti berbahaya tersebut. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan pengguna jalan, sehingga langkah pencegahan dengan menghilangkan sumber bahaya di jalan menurun Bulluwan ini harus segera dilaksanakan. Investigasi lebih lanjut juga diharapkan untuk memastikan tidak ada lagi pemasangan polisi tidur yang melanggar standar keselamatan di lokasi lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi