SeputarDesa.com, Purworejo – Krisis air bersih mulai dirasakan warga RW 03 Dusun Jeketro, Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kondisi tersebut terjadi seiring musim kemarau yang menyebabkan debit sejumlah sumber mata air warga terus mengalami penurunan.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, bantuan air bersih mulai berdatangan sejak Jumat (2/10/2026) hingga Selasa (6/10/2026). Bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak, di antaranya Relawan Peduli dengan armada PDAM, Pemerintah Desa Kaligono melalui armada BPBD, bantuan perorangan dari Dulsalam warga Dusun Jetis, serta Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Kaligesing.
Bantuan secara sukarela dari Dulsalam dapat dilakukan karena di sekitar tempat tinggalnya masih terdapat sumber mata air yang mengalir. Air tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga Dusun Jeketro yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Mantan Kepala Dusun Jeketro yang kini menjabat sebagai Kaur Pembangunan Desa Kaligono, Dwi Wahyu Setiyono, mengatakan bantuan air bersih tersebut sengaja didatangkan untuk membantu warga menghadapi dampak kekeringan yang mulai dirasakan sejak awal Oktober 2026.
“Di saat musim kemarau panjang, ketika sumber mata air sudah mulai kering, tentunya warga masyarakat sangat membutuhkan air bersih ini. Oleh sebab itu, kami selalu berkoordinasi dan saling bahu membahu, baik dengan pihak desa, relawan maupun perorangan, agar kebutuhan air bersih dapat selalu terpenuhi,” ujar Dwi saat mendampingi pendistribusian air bersih.
Dwi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Dusun Jeketro.
“Saya atas nama warga Dusun Jeketro mengucapkan banyak terima kasih kepada Relawan Peduli dan Bapak Dulsalam, warga Dusun Jetis, atas kepeduliannya turut membantu pengadaan air bersih secara sukarela. Semoga menjadi ladang amal yang berkah bagi keluarga Bapak Dulsalam,” lanjutnya.
Debit Mata Air Menurun
Sementara itu, petugas pengaturan aliran air bersih Dusun Jeketro, Sunarto, mengatakan kondisi sumber mata air yang selama ini menjadi salah satu tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kini mengalami penurunan debit cukup signifikan.
Menurutnya, sumber mata air yang berada di kawasan Hutan Siklotok saat ini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga Dusun Jeketro.
“Sumber mata air yang terletak di Hutan Siklotok untuk saat ini sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Debit airnya sudah sangat kecil sekali,” tegas Sunarto.
Untuk mempermudah proses distribusi, warga juga secara swadaya membuat sejumlah bak penampungan sementara menggunakan terpal di beberapa titik. Bak tersebut digunakan untuk menampung air ketika bantuan air bersih tiba.
“Untuk saat ini warga masyarakat sudah membuat bak tampungan air yang terbuat dari terpal di berbagai titik guna mempermudah warga saat bantuan air tiba,” tambah Sunarto.
Perlu Penanganan Jangka Panjang
Distribusi air bersih menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai kesulitan memperoleh air untuk aktivitas sehari-hari. Namun, bantuan tangki air tidak dapat menjadi satu-satunya solusi ketika persoalan kekeringan terjadi berulang setiap musim kemarau.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penanganan kekeringan secara lebih terencana dan berkelanjutan. Pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga pemerintah daerah, perlu memastikan penanganan tidak berhenti pada respons darurat berupa pendistribusian air bersih.
Wilayah yang rawan mengalami kekeringan perlu dipetakan secara jelas, termasuk kebutuhan air masyarakat, ketersediaan sumber air baku, kapasitas penampungan, hingga sistem distribusinya.
Data tersebut penting sebagai dasar penyusunan skema penanganan kekeringan, sehingga ketika musim kemarau kembali terjadi, pemerintah dan masyarakat telah memiliki langkah antisipasi yang lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan air bersih tidak hanya mengandalkan bantuan tangki ketika sumber mata air mulai mengering, tetapi juga diarahkan pada penguatan sumber air dan infrastruktur penunjang untuk menghadapi kekeringan di masa mendatang.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















