banner 970x250
Berita

Kualitas Paket MBG di Kesamben Disorot, Camat Akan Menindaklanjuti

×

Kualitas Paket MBG di Kesamben Disorot, Camat Akan Menindaklanjuti

Sebarkan artikel ini
Foto : Menu Makan Bergisi Gratis (MBG) yang didistribusikan senin, 19/01/2026

SeputarDesa.com, Jombang – Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan pada Senin (19/1/2026) menuai sorotan serius setelah ditemukan berbagai komponen makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Temuan tersebut meliputi ayam berbau tidak sedap dan diduga masih berdarah, tahu pong dengan bagian dalam lembek dan basah (rondok jemek), buah melon berbau kecut, serta sayur yang mengeluarkan aroma basi hingga akhirnya dibuang.

Sejumlah guru yang menerima paket MBG mengungkapkan kondisi makanan tersebut.

“Ada bau tidak enak, terus kayak masih ada darahnya,” ujar salah satu guru.

Keluhan lain menyebutkan tahu pong dalam kondisi lembek dan basah, buah melon berbau kecut, serta sayur untuk anak SD yang tidak dikonsumsi karena baunya sudah basi. Akibat kondisi tersebut, satu sekolah memutuskan menolak menerima paket MBG, sementara di sekolah lain paket terlanjur diterima meski ditemukan berbagai kejanggalan.

Baca Juga :  Pemotongan Dana Desa 2026, Kepala Desa di Kukar Andalkan Inovasi Jaga Ekonomi Warga

Saat dikonfirmasi redaksi seputardesa.com, Kepala Dapur SPPG Yayasan Miftahul Ulum Dero, Fahmy Ardy Ansyah, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa paket MBG yang bermasalah telah ditarik dan akan diganti.

“Betul, Pak. Tapi semua sudah kita tarik dan akan diganti besok dengan menu kering,” ujarnya.

Namun, ketika ditanya mengenai langkah pencegahan, Kepala Dapur MBG memberikan jawaban normatif dengan menyebut prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan.

“Tindakan pencegahan sudah kita lakukan sesuai dengan juknis. Pengecekan sudah kami lakukan dari persiapan hingga pemorsian, Pak,” katanya.

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan lanjutan, mengingat temuan makanan tidak layak konsumsi terjadi pada banyak item dalam satu waktu. Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap efektivitas penerapan standar pengawasan mutu pangan di lapangan.

Baca Juga :  Diperiksa Hakim Tipikor Gus Yasid mengaku Terima Uang Rp.20 Miliar

Sementara itu, Plt Camat Kesamben, Eka Yulianto, S.STP, saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut menyampaikan apresiasi atas informasi yang disampaikan dan menyatakan akan menindaklanjuti dengan melakukan konfirmasi ke pihak terkait.

“Terima kasih, Pak. Nggih, saya coba konfirmasi ke Kepala SPPG-nya,” ujar Eka Yulianto.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lanjutan hasil konfirmasi dari pihak kecamatan maupun Kepala SPPG. Meski belum dilaporkan adanya murid yang mengalami gangguan kesehatan, rangkaian temuan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan pangan dalam program yang menyasar anak-anak sekolah.

Baca Juga :  Bupati Subandi Apresiasi Semangat Sehat di Delta Surya Run Festival

Redaksi seputardesa.com akan terus memantau perkembangan dan tindak lanjut dari pihak terkait guna memastikan adanya perbaikan nyata dalam pelaksanaan program MBG.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi