SeputarDesa.com, Surabaya – Salah satu poin paling menarik dari sesi seminar “Strategi Komunikasi” di Festival Masyarakat Komunikasi Jatim 2025 adalah pengakuan blak-blakan mengenai pentingnya kekuatan mental dalam tim komunikasi korporat.
- Emilia Basar, M.Si., Direktur Komunikasi PT IMIP, mengungkapkan bahwa timnya didominasi oleh anak-anak muda, Gen Z dan Millennial. Keunggulan tim ini, menurut dr. Emilia, terletak pada semangat dan mental yang kuat.
Strategi mereka tidak hanya berhenti pada teknis konten, tetapi juga pada manajemen kritik:
- Tidak Against: Tim IMIP memilih tidak head-to-head atau melawan langsung para haters.
- Pemetaan Komentar: Semua komentar, termasuk yang negatif, dipetakan (mapping) untuk dianalisis. Mereka mengidentifikasi siapa pemberi komentar dan apa isunya.
- Membalas dengan Konten Positif: Respon terhadap kritik diformulasikan melalui konten-konten baru yang informatif, edukatif, dan memiliki unsur hiburan.
“Semakin besar nama kita, semakin besar perusahaan, itu biasa anginnya makin kencang. Makin menarik orang untuk tahu,” kata dr. Emilia, menegaskan bahwa kritisisme adalah bagian dari konsekuensi menjadi perusahaan besar.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa di era digital, tim komunikasi harus bertindak sebagai analis sekaligus kreator konten, mengubah komentar negatif menjadi bahan bakar untuk inovasi komunikasi yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














