banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaNasional

Libur Lebaran Selesai, Skema Pembelajaran Daring Disiapkan untuk Efisiensi Energi

×

Libur Lebaran Selesai, Skema Pembelajaran Daring Disiapkan untuk Efisiensi Energi

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jakarta – Libur Lebaran 2026 bagi kalangan pelajar akan segera berakhir. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah, masa libur tersebut ditutup pada Jumat, 27 Maret 2026.

Kegiatan belajar mengajar pun akan kembali dimulai pada Senin, 30 Maret 2026 dengan sistem tatap muka di sekolah. Meski demikian, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru berupa penerapan pembelajaran daring yang direncanakan mulai berlaku pada April 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi konsumsi energi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Jika kebijakan tersebut diterapkan, para pelajar akan kembali menjalani sistem belajar dari rumah sebagaimana yang pernah diberlakukan saat pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Pengobatan Gratis Diserbu Warga, Babinsa Pastikan Kegiatan Aman dan Lancar

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menyatakan bahwa kebijakan penghematan energi lintas sektor tersebut masih dalam tahap perencanaan dan ditargetkan mulai berjalan pada April mendatang.

Ia menjelaskan, metode pembelajaran nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing mata pelajaran, baik secara daring maupun luring. Pemerintah, kata dia, memastikan proses pendidikan tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

Menurut Pratikno, kebijakan efisiensi ini disusun secara terukur dengan mempertimbangkan data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di tiap sektor, sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Baca Juga :  Perkuat Silaturahmi, KKMI Kudu Gelar Halal Bihalal di Pendopo Sendang Made

Selain di sektor pendidikan, kebijakan efisiensi energi juga akan diterapkan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA). Pemerintah juga mendorong optimalisasi penggunaan platform digital, pembatasan perjalanan dinas, serta penghematan energi pada operasional gedung perkantoran.

Lebih lanjut, pemerintah turut mengkaji penyesuaian dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini berkaitan dengan potensi perubahan kehadiran siswa di sekolah serta kebutuhan dukungan akses internet bagi peserta didik apabila pembelajaran daring diterapkan.

Baca Juga :  Perbaikan Rabat Beton Dimulai, Jalan Karangpenang-Palengaan Pamekasan Ditutup Sebulan Lebih

Seluruh hasil kajian tersebut akan dirangkum dalam laporan yang akan disampaikan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Laporan itu diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah strategis penghematan energi oleh kementerian dan lembaga terkait.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa