banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
ArtikelBerita

Menjemput Ampunan di Hari Arafah, Umat Islam Dianjurkan Puasa dan Berdzikir

×

Menjemput Ampunan di Hari Arafah, Umat Islam Dianjurkan Puasa dan Berdzikir

Sebarkan artikel ini

Seputaedesa.com, Artikel — Umat Islam pada Selasa, 26 Mei 2026 yang bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 H kembali menyambut Hari Arafah, salah satu hari paling mulia dalam kalender Islam. Bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa Arafah menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, yakni menghapus dosa selama dua tahun.

Keutamaan tersebut sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim).

Baca Juga :  Pemberian Tunjangan Akhir Jabatan kepada Istri Almarhum Kepala Desa Gumayun

Hari Arafah juga menjadi momentum memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu secara marfu’ sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan:

أَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَ النَّبِيُّوْنَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

“Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah: LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI-IN QODIIR (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).”

Baca Juga :  DPK ABPEDNAS Plandaan Turun ke Jalan, Bagikan Ratusan Takjil untuk Masyarakat

(HR. Ath-Thabrani dalam Fadhl ‘Ashri Dzil Hijjah, 2:13, dari Qais bin Ar-Rabi’, dari Al-Agharr bin Ash-Shabah, dari Khalifah bin Hushain, dari ‘Ali secara marfu’. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1503, 4:7).

Selain menahan lapar dan dahaga, puasa Arafah juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memanjatkan doa terbaik. Hari Arafah diyakini sebagai waktu yang penuh keberkahan dan menjadi salah satu momen mustajab untuk berdoa.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, umat Islam diimbau memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan memperbanyak amal saleh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi