SeputarDesa.com, Sidoarjo – Rumah Hara Krembung kemarin malam menjadi saksi hangatnya diskusi sastra dalam agenda “Dendang Buku #11”. Acara ini menghadirkan penulis buku kumpulan cerpen “Seekor Ikan Mencintai Kucing,” Mufa Rizal, yang juga merupakan peserta Residensi Literatur 2025 yang diadakan oleh Yayasan Gang Sebelah di Gresik.
Acara diskusi ini dimeriahkan berkat dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak komunitas dan pegiat literasi, di antaranya Simcoyo Space, Jeliteng.id, Rumah Hara Coffe, Waca Bookstore, DKV UNUSIDA, Metafora, dan Hutan Aksara.
Penulis yang bukunya diterbitkan oleh Rua Aksara ini mengulas beberapa kejadian di dalam kumpulan tujuh belas cerpennya, membahasnya dari berbagai sudut pandang kehidupan dan seni. Pembedah acara, Mas Attar (Fariduddin Aththar), mengapresiasi bahwa karya ini memiliki premis awal yang mudah dipahami, menawarkan seni yang tujuannya utama untuk menghibur.
Dalam sesi dendang tersebut, Mufa Rizal mengatakan bahwa semua cerita yang ia tulis bersifat eksperimental. Ia juga bercerita, ritme penulisan cerpennya membutuhkan waktu lama, dimulai dari tahun skripsinya pada 2017 hingga rampung di momen pandemi COVID-19 tahun 2019. Hal ini yang membuat cerita-cerita tersebut menjadi loncat-loncat dan sangat berbeda dari karya pertamanya.
Mufa menjelaskan lebih lanjut bahwa cerpen yang menjadi judul utama, “Seekor Ikan Mencintai Kucing,” adalah gambaran dari sebuah kemustahilan yang bergeser dari sudut pandang. Acara di Rumah Hara Krembung ini pun sukses mengajak peserta diskusi untuk menilik lebih dalam kehidupan manusia dengan apa adanya, melalui lensa cerita-cerita yang penuh eksperimen tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














