SeputarDesa.com, Sidoarjo – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sidoarjo, H. Subandi (Cak Bandi), melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada proyek pembangunan plengsengan (penahan tanah) di Desa Jedongcangkring, Kecamatan Prambon, Sidoarjo. Sidak ini merupakan upaya Pemkab Sidoarjo memastikan kualitas infrastruktur di tengah derasnya sorotan publik terhadap mutu proyek daerah.
“Sidak proyek plengsengan hari ini bukan untuk mencari kesalahan, tapi memastikan kualitas demi keselamatan dan kemaslahatan masyarakat,” tegas Subandi, sebagaimana termuat dalam keterangan resminya. Ia menekankan bahwa dana yang digunakan adalah “uang rakyat, untuk kesejahteraan rakyat”.
Sorotan Kualitas dan Isu Korupsi
Kunjungan langsung Plt. Bupati Subandi ke Jedongcangkring ini dilakukan di tengah meningkatnya keluhan dan kritik masyarakat, baik di dunia nyata maupun media sosial, mengenai kualitas pengerjaan proyek plengsengan di berbagai lokasi di Sidoarjo. Proyek jenis ini, yang sering kali bernilai kecil dan strukturnya terpendam, kerap disebut-sebut rawan manipulasi.
- Skeptisisme Publik: Reaksi warganet terhadap sidak ini mencerminkan tingginya tingkat skeptisisme. Salah seorang warganet secara sinis bahkan membuat kalkulasi kasar tentang dugaan pengurangan volume pengerjaan untuk korupsi.
- Kekhawatiran Teknis: Kritik juga datang dari aspek teknis. Beberapa komentar menyinggung mengapa proyek modern di Sidoarjo cenderung lebih cepat rusak dibanding bangunan lama peninggalan Belanda. Hal ini mengindikasikan kekhawatiran serius terhadap material dan standar pengerjaan. Warganet lain mengingatkan pentingnya pemimpin daerah memiliki dasar pengetahuan konstruksi agar tidak mudah disiasati oleh pelaksana lapangan.
- Permintaan Transparansi: Isu ketiadaan papan proyek dan minimnya pengawasan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk proyek di bawah nilai tertentu turut menjadi perhatian. Hal ini memperkuat dugaan adanya celah yang dimanfaatkan untuk pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
Komitmen Pengawasan Berkelanjutan
Subandi, yang dalam beberapa waktu terakhir gencar melakukan sidak ke berbagai proyek, mulai dari betonisasi jalan hingga renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), berupaya menunjukkan komitmen pengawasan langsung dari jajaran pimpinan daerah. Langkah ini diharapkan dapat memutus siklus pengerjaan proyek asal-asalan yang merugikan keuangan negara dan masyarakat.
“Kita harus selalu mengawal bersama. Kalau ada laporan langsung kita cek,” ujar Subandi dalam kesempatan lain, menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan media dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














