SeputarDesa.com, Jombang – Program bantuan sosial Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT AFCO Jombang, perusahaan frozen food yang rutin menyalurkan ratusan hingga ribuan paket sembako bagi masyarakat membutuhkan di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang, kini menuai polemik di Desa Wangkal, Kecamatan Gudo.
Bantuan yang dibagikan pada Selasa, 19 Mei 2026 tersebut justru memunculkan keluhan dari sejumlah warga. Mereka menilai pendataan penerima bantuan diduga tidak tepat sasaran dan terkesan tebang pilih.
Warga menyebut bantuan lebih banyak diterima oleh orang-orang yang dianggap memiliki kedekatan dengan perangkat desa, sementara masyarakat kecil yang dinilai lebih membutuhkan justru tidak masuk daftar penerima.
“Yang dapat malah kebanyakan orang dekat perangkat. Ada yang sawahnya hektaran tetap masuk penerima. Sementara warga yang jualan pentol dan hidup pas-pasan malah tidak dapat bantuan,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, persoalan tersebut bukan dilandasi rasa iri, melainkan bentuk keprihatinan terhadap ketidakadilan dalam penyaluran bantuan sosial.
“Saya tidak iri karena saya mampu. Tapi kasihan warga yang benar-benar layak dibantu malah tidak dapat hanya karena tidak dekat dengan pihak tertentu,” lanjutnya.
Sorotan warga juga tertuju pada proses pendataan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dinilai kurang transparan dan berpotensi memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kaur Kesra Desa Wangkal membantah tudingan adanya praktik pilih kasih dalam pendataan bansos CSR PT AFCO tersebut.
“Tidak benar pak, karena kaur kesranya tidak punya saudara. Cuma punya mbah dan bulik, itu pun tidak masuk KPM,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa seluruh data penerima bantuan telah melalui proses musyawarah bersama perangkat desa dan bukan keputusan sepihak.
“Semua KPM sudah dimusyawarahkan dengan pihak perangkat desa. Kaur Kesra tidak bertindak sendiri dan tidak membenarkan aduan tersebut,” tegasnya.
Meski demikian, polemik bansos CSR PT AFCO di Desa Wangkal masih menjadi perbincangan warga. Masyarakat berharap ada evaluasi serta keterbukaan data penerima bantuan agar program sosial perusahaan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh warga yang memang membutuhkan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















