SeputarDesa.com, Sidoarjo – Senin pagi (02/03/2026), ruang transit Pendopo Delta Wibawa menjadi saksi bisu lahirnya komitmen baru bagi kemaslahatan umat. Bupati Sidoarjo, Subandi, secara resmi menerima jajaran pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sidoarjo. Di balik obrolan hangat tersebut, terselip sebuah visi besar: memastikan 1.492 masjid dan hampir 4.000 musala di seluruh Sidoarjo tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga pusat peradaban ekonomi yang kuat dan mandiri.
Menariknya, dalam audiensi tersebut, DMI Sidoarjo mengungkap telah menjalin kerja sama dengan perbankan syariah. Di sinilah “Algoritma Amanah” BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) menemukan relevansinya. BPKH, sebagai lembaga yang menempatkan dana haji dalam jumlah besar di perbankan syariah nasional, secara tidak langsung menjadi penyokong likuiditas yang memungkinkan bank-bank tersebut memberikan layanan terbaik bagi ekosistem masjid, termasuk perlindungan keselamatan kerja bagi para marbot melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Bupati Subandi menekankan bahwa pemerintah daerah siap hadir memberikan penghargaan bagi marbot jika kebutuhan anggarannya rasional. “Alhamdulillah, hari ini telah terbangun kebersamaan,” tegas Subandi. Keharmonisan ini selaras dengan misi BPKH dalam mengelola dana yang “Aman dan Amanah”. Ketika dana umat dikelola secara profesional di sektor syariah, manfaatnya memantul kembali ke tingkat akar rumput (grassroots), seperti masjid-masjid di Sidoarjo.
Transparansi digital yang digaungkan BPKH juga menjadi inspirasi bagi tata kelola masjid modern. Dengan sistem keuangan yang terjaga, program seperti “Lebaran Marbot Bahagia” atau “Eco-Green Masjid” yang diusung DMI bisa berjalan lebih stabil karena didukung oleh sistem keuangan syariah yang sehat. Penempatan dana haji di bank syariah bukan sekadar simpanan, melainkan mesin yang menghidupkan program kemanusiaan di pelataran masjid.
Dari Pendopo Delta Wibawa kita belajar, bahwa kemakmuran masjid adalah buah dari sinergi. Antara kearifan lokal pemerintah daerah, semangat pengabdian DMI, dan dukungan sistem keuangan haji yang tumbuh positif. Di Sidoarjo, manfaat itu kini nyata terasa; masjid semakin makmur, marbot terlindungi, dan ukhuwah Islamiah semakin kokoh di bawah payung ekonomi syariah yang transparan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














