banner 970x250
BeritaDaerahPemerintahan

Warga Bantah Penyebab Jalan Rusak di Watudakon, Sebut Kerusakan Sudah Terjadi Bertahun-Tahun

×

Warga Bantah Penyebab Jalan Rusak di Watudakon, Sebut Kerusakan Sudah Terjadi Bertahun-Tahun

Sebarkan artikel ini
Foto Tangkapan layar dari video yang beredar

SeputarDesa.com, Jombang – Permasalahan jalan rusak di Dusun Watudakon, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang terus bergulir dan memicu perdebatan setelah video berdurasi 1 menit 21 detik viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat kondisi jalan yang berlubang, becek dan berlumpur, hingga menyulitkan pengguna jalan, terutama saat hujan.

Warga yang merekam video mengkritik keras lambannya penanganan jalan yang merupakan akses vital warga menuju sekolah, pasar, hingga aktivitas ekonomi lainnya.

Setelah video viral, Kepala Desa Watudakon, Suharto, memberikan klarifikasi pertama melalui pesan WhatsApp. Ia menyebut bahwa kerusakan jalan terjadi akibat dilalui alat berat saat normalisasi saluran avur yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Optimalisasi Program Perioritas nasional “Jaga Desa”, Kejari Demak tandatangan MOU dengan ABPEDNAS Demak

Namun dalam konfirmasi lanjutan, Suharto memberikan penjelasan berbeda. Ia menyampaikan bahwa jalan tersebut rusak bukan oleh alat berat bego, melainkan oleh combi alsintan, serta diperparah karena pengurugan tanah dilakukan di atas paving yang tidak dibongkar lebih dulu.

“Itu rusak bukan alat berat bego mas, rusak alat berat combi alsintan. Info Pak Polo Watudakon itu sudah dipaving, terus kemarin ada normalisasi avaur Watudakon, warganya minta tanah basah. Terus kena hujan akhirnya jembrot,” ujar Suharto.

Ia menjelaskan bahwa seharusnya paving dibongkar terlebih dahulu sebelum diurug, lalu dipasang kembali agar kekuatan jalan tetap terjaga.

Namun sejumlah warga memberikan bantahan. Mereka menegaskan bahwa kerusakan jalan sudah terjadi selama bertahun-tahun, bukan baru setelah adanya normalisasi avur ataupun akibat alat berat yang melintas.

“Izin nggeh, kerusakan jalan bukan karena dilalui bego Ini jalan rusak sudah beberapa tahun kebelakang, bukan karena dilalui bego waktu normalisasi avur. Mohon diralat lagi, saya mengkritik untuk membangun, bukan menjatuhkan desa saya,” ujar salah satu warga menanggapi pernyataan tersebut.

Warga menilai pernyataan berbeda yang disampaikan Kepala Desa membingungkan dan berharap informasi yang disampaikan pemerintah desa lebih akurat dan sesuai fakta.

Baca Juga :  Triana Handayani Ajak Kader PDI-P Kedungjati Tingkatkan Semangat Hadapi Pemilu

Sementara itu, Suharto menyebut bahwa perbaikan sudah didorong melalui Musyawarah Dusun (Musdus). Warga Dusun Watudakon telah mengusulkan pembangunan rabat beton untuk tahun 2025, khususnya pada ruas Jalan Satria.

“Kemarin warga Dusun Watudakon pas Musdus yang diusulkan pembangunan jalan rabat beton tahun 2025. Biar warga lingkungan koordinasi ke Kepala dusunnya mas, karena yang punya kewilayahan dusun nanti biar diusulkan skala prioritas di Musdus,” jelasnya.

Warga berharap perbaikan segera direalisasikan mengingat kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna, mulai dari rawan tergelincir hingga merusak kendaraan. Mereka menegaskan bahwa kritik yang disampaikan adalah bentuk kepedulian agar pembangunan di desa bergerak lebih cepat, bukan menyerang pemerintah desa.

Baca Juga :  Perkuat Pendidikan Karakter, SMP Muhammadiyah 4 Boarding School Porong Jadi Pesantren Unggulan di Sidoarjo

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa