SeputarDesa.com, Sidoarjo – Pendopo Delta Wibawa mendadak “disulap” menjadi panggung budaya yang megah pada Sabtu malam (7/2/2026). Ribuan warga dari berbagai sudut Sidoarjo tumpah ruah, lesehan bersama demi menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh dalang kondang asal Gresik, Ki Didik Sasmita Aji. Acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan salah satu puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 yang penuh makna.
Pemilihan lakon “Semar Mbangun Kayangan” dalam gelaran ini ternyata punya pesan yang sangat “pedas” dan mendalam bagi para pemangku kebijakan. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, yang membuka acara dengan pemukulan gong dan penyerahan tokoh wayang Semar, menegaskan bahwa lakon ini adalah simbol pembangunan mental dan moral.
Semar, sosok yang merepresentasikan “wong cilik” atau rakyat kecil, menjadi pengingat keras bahwa pembangunan sejati bukan hanya soal adu megah gedung atau jalanan beton, melainkan tentang memperbaiki tatanan kehidupan dan menegakkan kebenaran. Bupati berharap para pejabat di Sidoarjo bisa mengambil filosofi kesabaran dan kebijaksanaan Semar dalam melayani masyarakat.
Suasana yang sakral seketika pecah menjadi gelak tawa saat komedian Cak Percil CS bersama Sanggar Kreasi Dancer naik ke atas panggung. Aksi kocak mereka yang mengocok perut penonton di sela-sela pertunjukan menjadi bukti bahwa budaya tradisional tetap bisa tampil kekinian dan menghibur semua kalangan, termasuk generasi muda.
Acara ini turut dihadiri oleh deretan pejabat teras daerah, mulai dari Ketua TP PKK Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi, Sekda dr. Fenny Apridawati, hingga Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing. Dengan suksesnya pagelaran ini, Pemkab Sidoarjo kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga warisan budaya nasional agar tetap menjadi sumber inspirasi bagi warga Kota Delta di tengah tantangan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














